Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Galih Prasetyo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memaparkan program Makan Bergizi Gratis alternatif yang melibatkan pedagang kecil lokal pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Hasto menginstruksikan kader partai melakukan verifikasi faktual terhadap data desil BPJS Kesehatan yang dinilai tidak akurat bagi warga kurang mampu.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri konsolidasi DPD PDIP Provinsi Lampung untuk memperkuat struktur organisasi di akar rumput.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membeberkan konsep program Makan Bergizi Gratis (MBG) alternatif versi partainya yang bertumpu pada kekuatan ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal daerah.

Hasto menegaskan, program pemenuhan gizi masyarakat semestinya tidak didesain secara kaku dan sentralistik dari pusat, melainkan harus melibatkan langsung kepala daerah hingga pedagang kecil di tingkat akar rumput.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto ketika menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri agenda konsolidasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Jumat (30/10/2026) malam.

"Apa MBG versi PDI Perjuangan yang melibatkan kekuatan rakyat? Jadi bukan sebagai satu program yang didesain secara sentralistik, tapi dengan melihat keunikan daerah, melibatkan dengan kepala daerah, dan juga menggunakan warung-warung rakyat," kata Hasto.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berpidato dalam acara pembukaan Kongres ke-10 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu (28/10/2026)
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berpidato dalam acara pembukaan Kongres ke-10 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu (28/10/2026)

Ia menjelaskan, gagasan tersebut mencuat dari serap aspirasi kader di akar rumput menyusul temuan sejumlah survei yang merefleksikan ketidakpuasan publik terhadap efektivitas berbagai kebijakan pemerintah saat ini.

Untuk itu, menurutnya, partai berlambang banteng moncong putih tersebut dituntut untuk tidak sekadar mengkritisi, melainkan menyodorkan solusi konkret di tengah masyarakat.

"Dengan hasil survei yang mengekspresikan ketidakpuasan atas berbagai kebijakan, PDI Perjuangan dengan memperkuat akar rumput itu juga dapat memberikan jawaban-jawaban. Bahwa ketika PDI Perjuangan dipercaya rakyat, apa solusinya? Apa jawaban PDI Perjuangan terhadap kelangkaan BBM? Apa jawaban PDI Perjuangan untuk memastikan bahwa BPJS Kesehatan tetap menjadi skala prioritas bagi rakyat?" tuturnya.

Selain persoalan gizi dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Hasto menyoroti karut-marut penetapan data desil yang kini menjadi basis kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia mendapati banyak laporan warga tidak mampu yang justru terlempar dari cakupan jaminan kesehatan akibat ketidakakuratan data desil pemerintah.

baca juga

Menanggapi hal itu, Hasto menginstruksikan seluruh jajaran partai di daerah bergerak melakukan verifikasi faktual.

"Seluruh jajaran partai kami minta untuk melakukan pendataan mana yang tidak tepat, yang tidak sesuai dengan realitas. Kemudian nanti akan diperjuangkan melalui komisi yang ada di DPR RI," tegasnya.

Di sisi internal kepartaian, Hasto menyambut positif rampungnya konsolidasi organisasi DPD PDIP Lampung yang telah mengakar hingga ke tingkat kepengurusan ranting (desa/kelurahan).

Ia menyebut struktur yang kokoh ini menjadi modal berharga menghadapi dinamika pemilu, pilkada, hingga tanggap darurat bencana di daerah.

Hasto mencontohkan kesiapsiagaan kader PDIP Lampung yang dinilai tercepat dalam merespons dan membantu warga terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.

"Pemilu kan bagian dari konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan secara periodik setiap lima tahun. Sehingga PDI Perjuangan mengedepankan pembentukan struktur partai inilah yang dibekali praksis ideologi untuk membela rakyat yang menjadi korban akibat kebijakan yang tidak adil," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Terkini

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:43 WIB

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:40 WIB

5 Mobil MPV Ground Clearance Tinggi Aman untuk Jalan Berlubang Subtitusi Innova Reborn, Irit BBM!

5 Mobil MPV Ground Clearance Tinggi Aman untuk Jalan Berlubang Subtitusi Innova Reborn, Irit BBM!

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026

Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×