- Puluhan ribu warga Italia melakukan aksi mogok umum di lebih dari 40 kota pada Jumat (31/10/2026).
- Aksi yang diinisiasi oleh serikat pekerja USB ini menuntut kenaikan gaji, perbaikan layanan publik, serta penurunan biaya hidup.
- Demonstrasi berujung kerrohan di beberapa wilayah dan mengakibatkan delapan orang ditahan oleh aparat kepolisian setempat.
Suara.com - Puluhan ribu warga Italia turun ke jalan dalam aksi mogok umum selama 24 jam untuk menuntut kenaikan gaji, perbaikan layanan publik, serta memprotes lonjakan biaya hidup dan belanja militer.
Aksi yang melibatkan pekerja dan mahasiswa itu berlangsung di lebih dari 40 kota pada Jumat (31/10/2026) waktu setempat.
Mogok nasional tersebut diinisiasi serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base (USB).
Gelombang demonstrasi juga menjadi bentuk protes terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum menjawab tekanan kehidupan masyarakat.
Sebagian besar aksi berlangsung damai. Namun, ketegangan sempat terjadi di sejumlah wilayah, terutama ketika kelompok demonstran berhadapan dengan aparat kepolisian.
![500 Tentara Italia Dikerahkan Jaga Toko Chanel hingga Dior, 271 Remaja Ditangkap Polisi [Dok @GlobeEyeNews]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/20/56191-rusuh-di-italia.jpg)
Polisi Gunakan Meriam Air untuk Membubarkan Demonstran
Di Turin, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok mahasiswa dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade pengamanan di sekitar kantor pemerintahan daerah.
Sementara itu, di Roma, massa menggelar pawai besar melewati kawasan dekat Colosseum.
Sejumlah demonstran bahkan menyatakan keinginan mendirikan tenda dan melanjutkan aksi hingga akhir pekan.
Situasi sempat memanas setelah beberapa tempat sampah diletakkan di tengah jalan dan dibakar.
Pada malam hari, sekelompok besar demonstran mencoba bergerak menuju gedung Parlemen sehingga polisi kembali menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.
Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan delapan orang ditahan setelah berulang kali berusaha menerobos barikade polisi.
15 Ribu Orang Gelar Aksi di Pelabuhan Genoa
Demonstrasi juga berlangsung di Milan. Para pengunjuk rasa berbaris melewati jalan lingkar kota sebelum mengakhiri aksi di depan Universitas Politeknik Milan.
Sejumlah benda turut dibakar selama demonstrasi berlangsung.
Di Genoa, sekitar 15.000 orang yang terdiri dari pekerja pelabuhan, mahasiswa, dan kelompok demonstran lainnya berkumpul di kawasan pelabuhan.
Mereka memprotes penggunaan fasilitas pelabuhan untuk pengiriman senjata.
Aksi tersebut juga menyuarakan kekhawatiran terhadap kematian para pelaut dalam konflik yang berlangsung di sejumlah kawasan, mulai dari Teluk hingga Laut Hitam.
Gelombang demonstrasi tidak hanya terjadi di Italia. Aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania.
Berbagai demonstrasi tersebut dipicu oleh tuntutan yang beragam, terutama persoalan biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.