MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB
MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
baca 10 detik
  • Pakar UGM Agustinus Subarsono menilai transformasi Badan Gizi Nasional 2.0 membutuhkan transparansi anggaran serta pengawasan ketat.
  • Badan Gizi Nasional wajib menerapkan sistem sanksi tegas bagi pengelola bermasalah serta penghargaan bagi unit berkinerja baik.
  • Transformasi program tersebut harus melibatkan UMKM lokal dan menghentikan kasus keracunan makanan secara total pada Senin, 2/11/2026.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut memasuki babak baru melalui transformasi Badan Gizi Nasional (BGN) 2.0 di bawah kepemimpinan Sudaryono.

Namun, reformasi tersebut tidak cukup berhenti pada perubahan sistem insentif dan janji pemberantasan korupsi. Transformasi harus dibuktikan melalui transparansi anggaran, pengawasan ketat, dan penindakan terhadap pengelola yang bermasalah.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai transformasi MBG 2.0 memiliki arah yang ideal. Namun, keberhasilannya bergantung pada konsistensi BGN dalam membenahi tata kelola program yang selama ini menjadi sorotan.

"Di atas kertas tiga prioritas yang dicanangkan di atas ideal dan saya percaya warga negara yang membacanya juga akan setuju memberikan apresiasi," kata Subarsono kepada Suara.com, Senin (2/11/2026).

Tiga prioritas tersebut meliputi pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola dan pengawasan, serta transparansi dan kolaborasi. Menurut Subarsono, ketiganya harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata, bukan sekadar agenda reformasi yang berhenti dalam dokumen kebijakan.

Salah satu persoalan yang perlu dibenahi ialah transparansi pengelolaan anggaran dan pengadaan barang. BGN dinilai perlu membuka informasi mengenai besaran anggaran MBG, biaya setiap porsi makanan, hingga proses seleksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"BGN perlu membuka informasi mengenai besaran anggaran MBG dan biaya setiap porsi makanan," tandasnya.

Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)

Keterbukaan tersebut juga perlu mencakup identitas pemilik dan pengelola SPPG, jumlah sekolah yang dilayani, serta jumlah ompreng atau wadah makanan yang menjadi tanggung jawab setiap unit. Masyarakat juga perlu mengetahui proses seleksi SPPG dan sanksi yang dijatuhkan kepada pengelola yang terbukti bermasalah.

Tanpa akses informasi tersebut, publik akan kesulitan mengawasi apakah anggaran MBG digunakan secara efisien dan sesuai peruntukannya. Padahal, program dengan cakupan penerima yang luas membutuhkan mekanisme pengawasan yang memungkinkan masyarakat ikut menguji pertanggungjawaban penyelenggaranya.

baca juga

Subarsono juga menekankan pentingnya penerapan sistem penghargaan dan sanksi atau reward and punishment. SPPG yang tidak mematuhi ketentuan transformasi harus menghadapi konsekuensi, sedangkan unit yang memenuhi standar keamanan pangan dan menunjukkan kinerja baik dapat memperoleh tambahan cakupan pelayanan.

"Bagi SPPG yang membangkang, tidak mau melakukan perubahan seperti yang dikehendaki model transformasi MBG 2.0, maka wajib dikenai sanksi berupa pengurangan sekolah/ompreng yang diproduksi," tandasnya.

Sebaliknya, SPPG yang patuh dan tidak pernah mengakibatkan keracunan pada murid dapat diberi tambahan jumlah sekolah yang dilayani dan ompreng yang diproduksi. Meski demikian, penambahan tersebut tetap perlu dibatasi agar perluasan pelayanan tidak mengorbankan kapasitas dapur maupun mutu makanan.

Persoalan keamanan pangan menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan transformasi. Menurut Subarsono, penguatan pengawasan harus diikuti pertanggungjawaban yang jelas apabila terjadi keracunan makanan pada siswa.

"Apabila terjadi keracunan murid, maka pelakunya harus diproses sesuai ketentuan hukum," tegasnya.

Ia menilai akuntabilitas penyelenggaraan MBG tidak cukup hanya dalam aspek hukum. BGN dan pengelola SPPG juga harus bertanggung jawab secara politik dengan memberikan penjelasan kepada publik, terutama orang tua siswa yang terdampak, ketika terjadi keracunan atau ditemukan persoalan terkait harga dan mutu menu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

News | Senin, 02 November 2026 | 14:52 WIB

MBG dan Argumen yang Terus Bergeser: Sebenarnya Apa yang Mau Diselesaikan?

MBG dan Argumen yang Terus Bergeser: Sebenarnya Apa yang Mau Diselesaikan?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:30 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Terkini

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:25 WIB

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

×