- Ketua Umum Periklindo Moeldoko memperingatkan pemerintah agar mengantisipasi risiko lonjakan kendaraan listrik di Indonesia.
- Kurangnya stasiun pengisian daya dan pasokan listrik nasional dapat memicu krisis energi serta kekacauan.
- Perkembangan kendaraan listrik di JIExpo Jakarta pada Oktober 2026 menjadi peluang memperkuat industri nasional.
Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia Moeldoko mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi berbagai risiko seiring pesatnya perkembangan kendaraan listrik di tanah air. Pertumbuhan pasar mobil dan motor listrik dinilai harus berjalan beriringan dengan kesiapan ekosistem pendukung.
Moeldoko menilai ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi sejak dini. Jika jumlah kendaraan listrik meningkat secara masif tanpa diimbangi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum yang memadai, potensi antrean panjang tidak dapat dihindari.
"Kalau tidak sejalan antara pertumbuhan EV dan kesiapan ekosistemnya, pasti terjadi. Bisa-bisa chaos itu, banyak EV yang ngantri di SPKLU karena ketersedian yang belum baik," jelas Moeldoko, di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Selain masalah SPKLU, kesiapan pasokan listrik nasional juga menjadi sorotan serius. Penggunaan kendaraan berbasis baterai dalam jumlah besar dipastikan mendongkrak kebutuhan energi listrik secara signifikan.
Pemerintah bersama PLN diminta mulai memperhitung tambahan kapasitas pembangkit serta infrastruktur kelistrikan dalam jangka panjang. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan agar lonjakan konsumsi daya tidak memicu masalah baru bagi ketahanan energi nasional.
"Begitu masif-nya kita menggunakan EV, maka elektrifikasi PLN harus siap-siap. Tidak akan cukup. Berapa mega, berapa tera itu nanti yang harus disediakan oleh pemerintah. Kalau mulai sekarang tidak dipikirkan dengan baik, itu menjadi sebuah krisis yang tidak bisa dihindari," tambah Moeldoko.
Di sisi lain Moeldoko menegaskan perkembangan kendaraan listrik merupakan momentum besar bagi Indonesia untuk melompat meningkatkan kapasitas industri nasional. Meski persaingan industri kendaraan konvensional cukup berat, teknologi kendaraan listrik membuka peluang emas membangun kekuatan industri otomotif baru.