Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB
Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia
Ilustrasi mobil listrik (Magnific)
baca 10 detik
  • Ketua Umum Periklindo Moeldoko memperingatkan pemerintah agar mengantisipasi risiko lonjakan kendaraan listrik di Indonesia.
  • Kurangnya stasiun pengisian daya dan pasokan listrik nasional dapat memicu krisis energi serta kekacauan.
  • Perkembangan kendaraan listrik di JIExpo Jakarta pada Oktober 2026 menjadi peluang memperkuat industri nasional.

Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia Moeldoko mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi berbagai risiko seiring pesatnya perkembangan kendaraan listrik di tanah air. Pertumbuhan pasar mobil dan motor listrik dinilai harus berjalan beriringan dengan kesiapan ekosistem pendukung.

Moeldoko menilai ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi sejak dini. Jika jumlah kendaraan listrik meningkat secara masif tanpa diimbangi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum yang memadai, potensi antrean panjang tidak dapat dihindari.

"Kalau tidak sejalan antara pertumbuhan EV dan kesiapan ekosistemnya, pasti terjadi. Bisa-bisa chaos itu, banyak EV yang ngantri di SPKLU karena ketersedian yang belum baik," jelas Moeldoko, di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Selain masalah SPKLU, kesiapan pasokan listrik nasional juga menjadi sorotan serius. Penggunaan kendaraan berbasis baterai dalam jumlah besar dipastikan mendongkrak kebutuhan energi listrik secara signifikan.

Pemerintah bersama PLN diminta mulai memperhitung tambahan kapasitas pembangkit serta infrastruktur kelistrikan dalam jangka panjang. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan agar lonjakan konsumsi daya tidak memicu masalah baru bagi ketahanan energi nasional.

"Begitu masif-nya kita menggunakan EV, maka elektrifikasi PLN harus siap-siap. Tidak akan cukup. Berapa mega, berapa tera itu nanti yang harus disediakan oleh pemerintah. Kalau mulai sekarang tidak dipikirkan dengan baik, itu menjadi sebuah krisis yang tidak bisa dihindari," tambah Moeldoko.

Di sisi lain Moeldoko menegaskan perkembangan kendaraan listrik merupakan momentum besar bagi Indonesia untuk melompat meningkatkan kapasitas industri nasional. Meski persaingan industri kendaraan konvensional cukup berat, teknologi kendaraan listrik membuka peluang emas membangun kekuatan industri otomotif baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Airbag Mobil Listrik Xpeng X9 Tidak Mengembang saat Terjadi Kecelakaan Fatal

Airbag Mobil Listrik Xpeng X9 Tidak Mengembang saat Terjadi Kecelakaan Fatal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Peta Jalan Elektrifikasi Motor Listrik Sasar Ojol dan Kendaraan Dinas Mulai 2027

Peta Jalan Elektrifikasi Motor Listrik Sasar Ojol dan Kendaraan Dinas Mulai 2027

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Terkini

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:25 WIB

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

×