Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Agatha Vidya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB
Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo, menyatakan dirinya bukan lagi polisi. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Deretan kontroversi Listyo Sigit Prabowo mewarnai masa jabatannya sebagai Kapolri.

  • Kasus Ferdy Sambo dan Kanjuruhan menjadi kontroversi Listyo Sigit Prabowo.

  • Berbagai kontroversi Listyo Sigit Prabowo berakhir seiring purna tugas jabatannya.

Suara.com - Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo telah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) usai diberhentikan dengan hormat pada Oktober 2026.

Menjabat sejak Januari 2021, kepemimpinan Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo tercatat melintasi periode paling turbulen dan penuh ujian berat dalam sejarah modern Korps Bhayangkara.

Kendati sempat mencatatkan prestasi mentereng saat menjabat Kabareskrim lewat penangkapan buronan kakap kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020 yang bahkan ikut menyeret koleganya sendiri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo, era kepemimpinan Listyo Sigit di pucuk pimpinan Polri justru kerap diguncang rentetan prahara besar.

Mulai dari perwira tinggi yang saling sikut, pembunuhan berencana, bisnis narkoba, hingga tewasnya ratusan warga sipil di lapangan, berikut daftar kontroversi dan kasus besar yang menyita perhatian publik selama era Listyo Sigit Prabowo:

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Suara.com/Novian)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (Suara.com/Novian)

1. Skenario Berdarah Ferdy Sambo dan Kematian Brigadir J (2022)

Setahun setelah Listyo Sigit dilantik, citra Korps Bhayangkara langsung dihantam badai paling dahsyat.

Pada 8 Juli 2022, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Awalnya, kepolisian sempat merilis narasi bahwa peristiwa tersebut dipicu tembak-menembak.

Belakangan terungkap, skenario tersebut hanyalah rekayasa licik yang didalangi oleh eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dengan dalih sakit hati atas peristiwa yang menimpa sang istri, Putri Candrawathi.

baca juga

Kasus ini menjadi noda hitam kelam karena melibatkan puluhan polisi dan perwira penting, seperti Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, hingga AKBP Arif Rahman Hakim dalam aksi perintangan penyidikan (obstruction of justice).

Kasus fenomenal yang bahkan diangkat menjadi film dokumenter ini berujung vonis mati bagi Ferdy Sambo di tingkat pertama sebelum akhirnya dianulir menjadi penjara seumur hidup oleh Mahkamah Agung.

Sementara itu, Putri Candrawathi divonis 10 tahun, Ricky Rizal 13 tahun, Kuat Ma’ruf 15 tahun, dan Bharada Richard Eliezer diganjar 1,5 tahun penjara berkat statusnya sebagai justice collaborator.

2. Tragedi Kanjuruhan: 135 Nyawa Melayang Akibat Gas Air Mata (2022)

Belum reda luka kasus Sambo, publik kembali disengat duka mendalam pada 1 Oktober 2022.

Usai laga derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, kericuhan pecah saat Arema kalah 2-3.

Petugas keamanan di lapangan mengambil langkah fatal dengan melontarkan gas air mata secara membabi buta ke arah tribun penonton yang tertutup.

Kepanikan massal pecah, ribuan suporter berdesakan berebut keluar melewati pintu yang sempit dan terkunci.

Sebanyak 135 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka, menjadikan Tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu bencana stadion paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.

Kendati beberapa oknum polisi dan panitia diadili, vonis pengadilan yang dinilai sangat ringan memicu gelombang kritik dari publik dan lembaga HAM.

FIFA bahkan turun tangan melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

3. Skandal Sabu Irjen Teddy Minahasa (2022)

Pukulan telak berikutnya datang hanya beberapa pekan setelah Kanjuruhan.

Pada Oktober 2022, Polda Metro Jaya membongkar peredaran gelap narkoba yang berujung pada penangkapan perwira tinggi bintang dua, Irjen Teddy Minahasa, yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Teddy terbukti menjadi otak penggelapan 5 kilogram sabu barang bukti sitaan Polres Bukittinggi, yang sebagian diganti dengan tawas.

Tak bergerak sendirian, ia melibatkan anak buahnya seperti mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, serta pihak swasta Linda Pujiastuti alias Anita Cepu.

Dari hasil penjualan barang haram itu, Teddy terbukti menikmati aliran dana hingga SGD 27.300 tau sekitar Rp300 juta dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

4. Rantis Barakuda Brimob Melindas Pengemudi Ojol (Agustus 2025)

Di tengah tensi politik yang memanas akibat demonstrasi besar-besaran di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta pada akhir Agustus 2025, tragedi kelam Kembali terjadi.

Kendaraan taktis (rantis) lapis baja jenis Barracuda milik Korps Brimob menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21).

Affan yang merupakan tulang punggung keluarga saat itu sama sekali bukan peserta aksi, melainkan tengah melintas untuk mengantar orderan.

Korban terjatuh saat berupaya mengambil ponselnya yang jatuh ke aspal sebelum akhirnya terlindas rantis.

Rekaman video amatir insiden ini memicu ledakan amarah jutaan driver ojol se-Jabodetabek yang berujung aksi solidaritas besar-besaran.

Kapolri Listyo Sigit merespons cepat dengan langsung mendatangi rumah duka untuk meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban.

Sebanyak tujuh personel Brimob yang berada di dalam rantis langsung ditahan di tempat khusus (patsus) oleh Divpropam Polri.

Di sisi lain, periode unjuk rasa tersebut juga mencatat penangkapan massal terhadap hampir 1.000 demonstran dan aktivis tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah gerakan aktivis tanah air.

5. Dugaan Kekerasan Aparat: Kematian Afif Maulana di Padang (2024)

Sorotan terhadap brutalitas dan pelanggaran prosedur pengamanan mencuat saat jasad Afif Maulana (13) ditemukan mengapung di bawah jembatan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, pada 9 Juni 2024.

Peristiwa ini terjadi pasca-patroli Tim Perintis Presisi Polda Sumbar yang hendak membubarkan aksi tawuran.

Keluarga bersama koalisi masyarakat sipil (LBH Padang, KontraS, dan YLBHI) mencurigai adanya aksi penyiksaan fisik melihat luka lebam di tubuh korban.

Meskipun hasil ekshumasi tim dokter forensik independen pimpinan dr. Ade Firmansyah Sugiharto menyatakan Afif tewas akibat benturan jatuh dari ketinggian 14,7 meter dan bukan karena dianiaya, sejumlah personel polisi di lapangan tetap dijatuhi sanksi etik akibat kelalaian prosedur.

Tragedi kekerasan yang melibatkan aparat juga sempat menuai atensi dalam kasus kematian seorang pelajar MTs di Tual, Maluku.

6. Bobrok Etik Oknum: Dari Mafia Solar Ilegal hingga Tipu Tukang Bubur

Citra institusi di era Sigit kian tergerus oleh kelakuan lancung oknum polisi di level bawah hingga menengah:

  • Kasus Penganiayaan dan Gudang Solar AKBP Achiruddin Hasibuan (April 2023): Video penganiayaan sadis yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap mahasiswa Ken Admiral viral di jagat maya.

Sang ayah, AKBP Achiruddin, terbukti membiarkan penganiayaan itu terjadi di depan matanya tanpa melerai.

Buntut dari kasus ini, gaya hidup hedonis keluarga Achiruddin dikuliti polisi hingga membongkar gudang penimbunan BBM solar bersubsidi ilegal miliknya bersama PT Almira.

  • Kapolsek Tipu Tukang Bubur: Di Cirebon, seorang tukang bubur bernama Wahidin ditipu ratusan juta rupiah oleh oknum eks Kapolsek Mundu, AKP SW.

Korban diiming-imingi bahwa uang tersebut bisa memuluskan jalan anaknya untuk lolos menjadi anggota Korps Bhayangkara.

7. Gesekan Panas dengan Kejagung dan Polemik Lapas Cibinong (2025)

Selain masalah internal, kepemimpinan Sigit juga diwarnai friksi antar-lembaga penegak hukum.

Pada 2025, hubungan Polri dan Kejaksaan Agung sempat berada dalam tensi tinggi.

Gesekan institusional dipicu oleh adanya tumpang tindih penyidikan kasus mega korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi di kedua instansi.

Nama sang jenderal pun sempat disorot media usai terseret dalam perbincangan publik mengenai terkuaknya fasilitas mewah di dalam Lapas Cibinong yang diperuntukkan bagi narapidana profil tinggi.

Rangkaian skandal perwira tinggi, tragedi hilangnya ratusan nyawa sipil, hingga arogansi oknum di lapangan menjadi catatan tebal yang mengiringi akhir masa bakti Listyo Sigit Prabowo saat meletakkan tongkat komando Tribrata 1 pada Oktober 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:46 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Siapa Istri Asnawi Mangkualam? Ini Profil dan Pekerjaannya yang Tak Sembarangan

Siapa Istri Asnawi Mangkualam? Ini Profil dan Pekerjaannya yang Tak Sembarangan

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Terkini

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

×