- Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan petinggi Polri diduga menyadap Presiden Prabowo Subianto menggunakan Pegasus.
- Pegasus adalah perangkat lunak mata-mata kelas militer buatan perusahaan Israel, NSO Group.
- Perangkat lunak ini mampu meretas ponsel target secara diam-diam tanpa perlu mengklik tautan apapun.
Bisa Mengakses Pesan, Foto hingga Percakapan Pribadi
Setelah berhasil menyusup ke perangkat, Pegasus memiliki kemampuan mengakses berbagai informasi yang tersimpan di dalam ponsel.
Data yang berpotensi diambil antara lain pesan singkat, percakapan aplikasi perpesanan, foto, video, daftar kontak, riwayat panggilan, serta informasi lainnya.
Kemampuan tersebut memungkinkan operator Pegasus memperoleh gambaran mengenai komunikasi dan aktivitas pemilik perangkat.
Tidak hanya mengambil data yang sudah tersimpan, spyware ini juga dapat digunakan untuk memantau aktivitas perangkat secara langsung, bergantung pada akses dan kemampuan eksploit yang digunakan.
Kamera dan Mikrofon Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
Kemampuan lain yang membuat Pegasus menjadi perhatian adalah akses terhadap kamera dan mikrofon ponsel.
Melalui fitur tersebut, operator dapat mengaktifkan mikrofon untuk menangkap percakapan di sekitar perangkat.
Kamera juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh gambar tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.
Artinya, ponsel yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi dapat berubah menjadi perangkat pengawasan tersembunyi apabila berhasil dikuasai melalui spyware tersebut.
Pegasus juga memiliki kemampuan mengumpulkan informasi lokasi sehingga pergerakan target dapat dipantau.
Kombinasi akses terhadap komunikasi, kamera, mikrofon, dan lokasi menjadikan teknologi ini memiliki kemampuan pengawasan yang luas.
Mengapa Pegasus Disebut Spyware Kelas Militer?
Pegasus kerap disebut sebagai military-grade spyware atau perangkat lunak mata-mata berkemampuan kelas militer.
Istilah tersebut merujuk pada tingkat kecanggihan teknologi peretasan dan pengawasannya, bukan berarti Pegasus merupakan senjata militer konvensional.
Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh NSO Group, perusahaan teknologi siber yang berbasis di Israel.
NSO Group menyatakan produknya ditujukan untuk membantu lembaga pemerintah dalam penegakan hukum dan pemberantasan terorisme.
Namun, perusahaan tersebut juga menghadapi berbagai tuduhan bahwa teknologi buatannya disalahgunakan oleh sejumlah pelanggan pemerintah untuk mengawasi jurnalis, aktivis, politisi, hingga pejabat negara.
Kontroversi tersebut membuat Pegasus menjadi salah satu produk spyware yang paling banyak mendapat sorotan internasional.
Berbeda dengan Penyadapan Telepon Konvensional
Pegasus memiliki karakteristik berbeda dari penyadapan komunikasi biasa.
Penyadapan konvensional umumnya berfokus pada intersepsi komunikasi melalui jaringan telekomunikasi. Sementara itu, Pegasus berupaya memperoleh akses langsung ke perangkat target.
Perbedaan ini memungkinkan pengawasan menjangkau informasi yang tidak selalu dapat diperoleh hanya dengan menyadap jaringan komunikasi, termasuk foto, dokumen, percakapan aplikasi, serta aktivitas melalui kamera dan mikrofon.
Dengan kemampuan tersebut, Pegasus menjadi teknologi pengawasan siber yang memiliki potensi dampak besar terhadap privasi dan keamanan informasi seseorang.