-
Api karhutla di lahan gambut bisa tersembunyi dan tetap menyala di bawah permukaan tanah.
-
Nozzle khusus yang ditancapkan ke tanah membantu petugas menjangkau titik api untuk pemadaman.
- Upaya penanganan karhutla juga mencakup dukungan peralatan dan kebutuhan bagi petugas yang berjibaku di lapangan.
Suara.com - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut membutuhkan peralatan khusus. Pasalnya, api tidak selalu terlihat di permukaan. Bara dapat tersimpan di dalam tanah dan terus menyala meski bagian atas lahan tampak sudah padam.
Salah satu peralatan yang digunakan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah nozzle tancap tanah. Alat ini membantu petugas menjangkau titik api yang berada di bawah permukaan gambut sehingga proses pemadaman tidak hanya menyasar bagian yang terlihat terbakar.
Pemerhati lingkungan Nathanael Undas mengatakan, nozzle tersebut menjadi salah satu peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran di lahan gambut.
"Nozzle adalah alat yang paling efektif untuk memadamkan api yang terbakar di bawah lahan gambut," ujar Nathanael yang turut terlibat dalam kegiatan pemadaman karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, Nathanael bersama relawan dan petugas di lapangan menggunakan peralatan khusus untuk membantu mengatasi kebakaran.
Menurutnya, upaya penanganan karhutla membutuhkan dukungan peralatan yang sesuai dengan kondisi lahan. Selain nozzle tancap tanah, petugas juga membutuhkan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan selama bekerja di tengah panas dan asap.
Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain helm pemadam, sepatu boots, sarung tangan, kacamata pelindung, masker respirator, dan baju pemadam.
Nathanael pun mengapresiasi kerja petugas yang berada di garis depan dalam mencegah kebakaran meluas.
"Hari ini saya melihat bagaimana gigihnya teman-teman yang ada di garda depan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin luas. Apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada semua teman-teman yang melawan api ini," tuturnya, mengutip keterangan yang diterima Suara.com.
Dukungan peralatan untuk penanganan karhutla di Palangka Raya ini disalurkan melalui kerja samaKahf di bawah naungan ParagonCorp dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya dan Rumah Zakat.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp Astri Wahyuni mengatakan, dukungan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan selama penanganan karhutla, mulai dari keselamatan petugas hingga peralatan untuk memadamkan api di lahan gambut.
Selain di Kalimantan Tengah, dukungan juga diberikan kepada keluarga petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.