- Sebanyak 150 relawan K-Gibran hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk mengawal Jokowi.
- Jokowi hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan fitnah ijazah palsu pada Kamis (5/11/2026).
- Ribuan personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk memperketat pengamanan jalannya persidangan tersebut.
Suara.com - Sebanyak 150 relawan Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam K-Gibran menghadiri sidang kasus dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Kedatangan ratusan relawan tersebut untuk memberikan dukungan sekaligus mengawal Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir sebagai saksi dalam persidangan.
Ketua DPW K-Gibran DKI Jakarta, Siti Hartati, mengatakan 150 anggota yang dibawa berasal dari enam wilayah di Jakarta. Mereka datang dengan jumlah terbatas sesuai pesan Jokowi agar relawan tetap solid.
"Tujuan kami sudah pasti mengawal Bapak Jokowi. Kami membawa 150 anggota kami. Karena Bapak berpesan tidak perlu banyak tapi solid dengan kami," kata Siti kepada Suara.com, saat ditemui di depan gedung PN Jakarta Timur, Kamis (5/10/2026).
Siti menjelaskan, para anggota tersebut berasal dari Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Kepulauan Seribu.
Menurutnya, kehadiran K-Gibran bukan tanpa alasan. Jokowi memiliki posisi khusus dalam organisasi tersebut, yakni sebagai pembina sekaligus dewan kehormatan.
"Memang harus hadir. Kebetulan Bapak Insinyur Joko Widodo adalah pembina kami. Di K GIBRAN dia adalah pembina kami. Dia adalah dewan kehormatan kami," ujarnya.
Siti menegaskan, kehadiran mereka bukan sekadar untuk menyaksikan Jokowi di ruang sidang. Para anggota K-Gibran datang untuk mengawal mantan Presiden RI itu hingga seluruh rangkaian persidangan selesai.
"Bukan hanya melihat, kami ini mengawal Bapak. Mengawal sampai selesai sidang," tegasnya.
Ia berharap persidangan berlangsung aman dan tidak diwarnai tindakan anarkis. Siti juga membantah anggapan bahwa kedatangan para relawan berpotensi memicu keributan.
"Kami mengawal bukan membuat keonaran. Kami mengawal Pak Jokowi sampai selesai. Kami ingin kejujuran ini terungkap, kami ingin Pak Jokowi menang," tegasnya.
Ribuan TNI-Polri Amankan Sidang
Kehadiran Jokowi sebagai saksi membuat pengamanan di PN Jakarta Timur diperketat. Sebanyak 1.200 personel TNI dan 5.570 anggota Polri dikerahkan untuk mengawal jalannya persidangan.
Pengamanan dibagi dalam tiga lapisan, mulai dari area terluar hingga ruang sidang. Polisi juga memasang barikade untuk memisahkan pergerakan massa pendukung Jokowi dan kubu Roy Suryo.
Jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk turut dibatasi. Di Ring 2, tersedia kuota untuk 200 orang, masing-masing 100 pendukung Jokowi dan 100 pendukung Roy Suryo serta Dokter Tifa.
Sementara di ruang sidang utama, kuota dibagi rata untuk 80 orang, yakni 40 pendukung Jokowi dan 40 pendukung Roy Suryo serta Dokter Tifa.
Sebelum Jokowi tiba, pengunjung juga sempat berdesakan dan berebut masuk dengan awak media. Petugas keamanan bersama personel kepolisian harus mengatur antrean dan mengingatkan massa agar tidak saling mendorong.
Jokowi sendiri tiba menggunakan mobil Toyota Innova berwarna hitam.
Mengenakan kemeja batik bernuansa krem dan cokelat serta peci hitam, ia sempat menyalami sejumlah pendukung yang mengerumuninya sebelum masuk ke gedung pengadilan.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini