- Bentrok berdarah antara warga dan TNI terjadi di Pidie, Aceh, pada Rabu (4/11/2026).
- Insiden bermula saat aparat melakukan penertiban bendera Bulan Bintang dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
- Kejadian tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan tigabelas warga lainnya mengalami luka-luka.
Suara.com - Viral Video Bentrok Berdarah Warga Aceh dengan TNI Gegara Bendera Bulang Bintang: 1 Orang Tewas
Bentrok berdarah antara warga dan aparat TNI terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).
Insiden yang terjadi saat penertiban bendera Bulan Bintang dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Sejumlah warga dilaporkan terluka, termasuk Mutia (38), warga Gampong Keunari, yang hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Tgk Abdullah Syafii, Beureunun.
Kronologi Bentrokan TNI dan Warga di Pidie
Mabes TNI AD menyampaikan kronologi insiden yang terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari.
Dalam keterangan pers seperti dikutip Antara, TNI AD menyebut peristiwa bermula dari upaya penertiban bendera Bulan Bintang yang dikibarkan saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut siaran pers tersebut, aparat TNI dan Polri telah melakukan pendekatan persuasif kepada penyelenggara acara. Namun, panitia disebut tetap bersikeras tidak menurunkan bendera tersebut.
Proses penertiban kemudian diwarnai penolakan warga.
TNI AD menyebut massa melakukan pelemparan batu ke arah aparat hingga situasi dinilai mengancam keselamatan personel.
Aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan secara bertahap.
TNI AD menyatakan personel mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa, lalu peluru karet.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," demikian bunyi siaran pers TNI AD, seperti dikutip ANTARA.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.