Utang Menumpuk, Cermin Buruknya Manajemen Keuangan Pemprov NTB

Suara NTB | Suara.com

Kamis, 06 April 2023 | 21:43 WIB
Utang Menumpuk, Cermin Buruknya Manajemen Keuangan Pemprov NTB
Lalu Pahrurrozi (Ist)

NTB.Suara.com - Dua tahun terakhir, persoalan utang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menjadi isu yang menarik perhatian publik.

Misalnya untuk tahun anggaran 2021, laporan keuangan Pemprov NTB mencatat utang sebesar Rp685,054 miliar atau tumbuh 144 persen dari total utang pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp280,78 Miliar. 

Salah satu sumber utang pemerintah pada waktu itu, yaitu beberapa pekerjaan kontraktor yang telat bayar. 

Bagaimana dengan tahun anggaran 2022? Rupanya masalah yang dikeluhkan pada tahun 2021 kembali terulang pada tahun 2022. Ratusan miliar rupiah hak kontraktor belum diselesaikan oleh Pemprov NTB hingga kini.  

Silih berganti para kontraktor ini menuntut haknya. Meminta peluh mereka segera dilunasi. Namun, sampai hari ini titik terang belum kunjung terlihat, meski sudah berjalan jauh hingga ujung terowongan. 

Mengapa masalah ini terus berulang?. Dari mana sumber masalah itu?. Umumnya sebagian orang menjawab, karena Covid-19 datang, keuangan daerah terganggu. Benarkah jawaban itu? Mungkin ada sedikit benarnya, tapi lebih banyak salahnya. Mengapa?

Pada 2019, total pendapatan daerah yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp5,197 triliun. Pada 2020, pendapatan sedikit terkoreksi sekitar 0,45 persen menjadi 5,174 triliun. Sekali lagi, datangnya Covid-19 hanya mengoreksi sedikit total pendapatan daerah. 

Itu pun karena berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, sementara penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) NTB justru bertambah. 

Lalu, mengapa penerimaan PAD NTB bertambah padahal ada Covid-19? Karena sumber penerimaan PAD NTB berasal dari kepemilikan kendaraan bermotor dan konsumsi rokok?. Apakah kepemilikan itu berkurang dan konsumsi rokok berkurang karena Covid-19?.

Bagaimana dengan pendapatan daerah pada 2021? Total pendapatan tahun 2021 meningkat 2,9 persen atau setara Rp152 miliar menjadi Rp5,326 triliun.

Sekarang, kita kembali bertanya, jika total pendapatan daerah cenderung tidak terganggu karena Covid-19, bahkan pada tahun 2021, total pendapatan provinsi meningkat Rp152 miliar (2,9 persen).

Mengapa tren jumlah utang meningkat, mengapa tren kontraktor tidak terbayar pekerjaannya juga meningkat?. Jawaban sederhananya kurang lebih begini, pertumbuhan keinginan untuk belanja daerah, lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan daerah.

Sekarang ada pertanyaan baru lagi, dari mana sumber pertumbuhan keinginan untuk belanja daerah yang jauh meningkat, dan melampui potensi pendapatannya?.

Jawaban pertama, adanya belanja dan kegiatan daerah yang tidak direncanakan secara matang, tapi tiba-tiba nyelip menjadi agenda strategis daerah. Misalnya MXGP, kegiatannya bagus, tapi menguras sumber daya daerah, perhatian birokrasi dan sumber daya keuangannya. 

Lho, bukannya kegiatan itu tidak menggunakan APBD?. Sebuah kegiatan yang “disponsori” daerah, dan tidak ada nomenklaturnya pada APBD niscaya menggunakan dana non-budgeter. Apakah itu sehat? 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Populer: Desy Ratnasari Dirayu Raffi Ahmad hingga Pasangan Gubernur-Wagub NTB Zul-Rohmi Terancam Pisah

Populer: Desy Ratnasari Dirayu Raffi Ahmad hingga Pasangan Gubernur-Wagub NTB Zul-Rohmi Terancam Pisah

| Kamis, 06 April 2023 | 08:32 WIB

Santri Dukung Ganjar Pranowo Perluas Jaringan Hingga ke Pulau Seribu Masjid NTB

Santri Dukung Ganjar Pranowo Perluas Jaringan Hingga ke Pulau Seribu Masjid NTB

| Selasa, 04 April 2023 | 13:24 WIB

Jelang Pilgub NTB, Pasangan Zul-Rohmi Diprediksi Pisah, Paket Su-Su Bubar

Jelang Pilgub NTB, Pasangan Zul-Rohmi Diprediksi Pisah, Paket Su-Su Bubar

| Selasa, 04 April 2023 | 13:01 WIB

Terkini

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:11 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik

Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:06 WIB

Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini

Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:00 WIB

Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata

Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:00 WIB

Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap

Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap

Riau | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:57 WIB

Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?

Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?

Kalbar | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:57 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran

Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:49 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB