Simak, Jangan Lakukan Ini Saat Gerhana Matahari 20 April 2023 Esok

Suara NTB

Rabu, 19 April 2023 | 19:39 WIB
Simak, Jangan Lakukan Ini Saat Gerhana Matahari 20 April 2023 Esok
Jangan Lakukan Ini Saat Gerhana Matahari 20 April 2023 Esok (Pixelbay)

NTB.Suara.com – Gerhana matahari hibrida dikabarkan akan terjadi pada esok hari, 20 April 2023 di beberapa wilayah Indonesia.

Menurut Royal Australian and New Zealand College of Ophthalmologists, aman untuk melihat Matahari tanpa pelindung mata yang tepat hanya dalam periode singkat ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari selama totalitas.

Namun pelindung matahari harus dipakai setiap saat matahari masih terlihat selama fase parsial. Bahkan ketika 99 persen permukaan matahari tertutup, matahari sebesar bulan sabit yang tersisa masih cukup kuat untuk menyebabkan luka bakar retina.

Salah menentukan waktu dapat menyebabkan kerusakan mata permanen, sehingga beberapa orang mungkin lebih suka memakai pelindung matahari sepanjang gerhana.

Periode gerhana hibrida akan dimulai pukul 09.26 WIB, yang puncaknya terjadi pada pukul 10.46 WIB. Gerhana akan selesai pada pukul 12.19 WIB dengan total waktunya sekitar 2 jam 48 menit.

Setelah itu, Matahari muncul kembali, dan risikonya langsung meningkat. Berikut ini hal-hal yang jangan dilakukan saat gerhana matahari:

1. Jangan gunakan kacamata gerhana yang tergores atau rusak

Orang mungkin memiliki sepasang kacamata gerhana yang telah berserakan di sekitar rumah selama 10 tahun, dibeli untuk gerhana matahari total tahun 2012.

Jangan memakainya, karena mungkin tidak akan melindungi mata. Jika kacamata gerhana memiliki goresan atau kerusakan, itu tidak akan melindungi mata. Mereka hanya akan memberikan rasa aman yang palsu.

baca juga

Bahkan, karena risiko ini, Badan Perlindungan Radiasi dan Keamanan Nuklir Australia (ARPANSA) telah memperingatkan agar tidak menggunakan kacamata gerhana untuk melihat gerhana.

Kacamata hitam biasa tidak akan melindungi mata dari retinopati matahari.

2. Jangan melihat langsung ke matahari melalui teleskop atau teropong atau kamera tanpa filter

Karena instrumen optik mengintensifkan cahaya, memandang Matahari melalui teleskop atau teropong tanpa filter sangatlah berbahaya.

Jika memiliki kamera dengan jendela bidik optik, jangan gunakan juga untuk melihat Matahari.

Pengecualian untuk ini adalah jika menggunakan solar filter, yang berada di atas lensa dan menghalangi sebagian besar sinar matahari untuk menghindari kerusakan pada mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buruan Daftar, Beasiswa Wirausaha untuk Warga NTB, Cek Syaratnya

Buruan Daftar, Beasiswa Wirausaha untuk Warga NTB, Cek Syaratnya

Ntb | Minggu, 16 April 2023 | 08:21 WIB

Terkini

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

×