NTB.Suara.com - Elektabilitas mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terus menunjukkan trend positif. Meskipun demikian, ia menyatakan belum mau bertarung pada Pilgub Jawa Barat pada 2024 mendatang.
Hasil survei terakhir yang dilakukan oleh Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC), Dedi Mulyadi menempati posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 21,2 persen. Angka tersebut masih kalah dengan perolehan suara Ridwan Kamil sebesar 51,3 persen.
IPRC juga merilis elektabilitas Dede Yusuf berada di posisi ketiga dengan perolehan suara sebesar 3,8 persen, sedangkan posisi ke empat Atalia Praratya 3,1 persen, dan Deddy Mizwar 3 persen di posisi ke lima.
IPRC melakukan survei terkait Pilgub Jabar 2024 pada 1-7 April 2023 dengan metode random sampling yang menyasar sebanyak sebanyak 1.200 responden.
Menanggapi hasil survei IPRC tersebut, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu berterima kasih atas apresiasi masyarakat. Namun, ia mengaku masih tetap fokus menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI dengan jabatan Wakil Ketua Komisi IV.
"Saya berterima kasih atas apresiasi masyarakat terhadap kerja saya. Saya hadir bukan dari baliho atau spanduk, tapi dalam setiap kebutuhan dan kesusahan rakyat," jelasnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/4/2023).
Sebagai anggota DPR RI yang dipilih oleh rakyat, mantan Bupati Purwakarta dua periode itu menegaskan jika dirinya fokus mengurusi masalah para petani, nelayan, konservasi hutan dan lingkungan.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya sekadar berbicara atau memberikan kritik terhadap pemerintah. Namun juga ikut memberi contoh, salah satunya menjadikan Lembur Pakuan sebagai laboratorium pertanian organik yang terintegrasi dengan lingkungan. (*)