NTB.Suara.com - Heboh kasus mega korupsi proyek BTS senilai 8,2 Triliun yang melibatkan Johnny G Plate juga menyibak misteri lain. Beredar video viral tentang nasib wanita cantik penikmat harta Johnny G Plate, benarkah demikian? Mari cek faktanya
Muncul video dengan narasi judul "Nasib Wanita Cantik Penyelamat Harta Johnny G Plate ! Dan Penikmat Korupsi 8 Triliun". Video tersebut pertama kali diunggah di Youtube dengan nama channel La_mis. Hingga saat ini videl tersebut sudah ditonton sebanyak 23 ribu kali.
Dalam video yang berdurasi 3:48 menit itu terdapat thumbnail video dengan visual foto Surya Paloh (Ketua Umum Partai Nasdem), Johnny G Plate yang mengenakan rompi tahanan, seorang wanita cantik yang mengenakan kacamata dan seorang wanita di depan sebuah microphone.
Masih dalam thumbnail tersebut juga terdapat narasi teks bertuliskan "Harta, Tahta & Wanita Di Sekitar Johnny Plate, Wanita Cantik Penikmat Harta Johnny Plate."
Perlu diketahui Johnny G Plate adalah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dalam kabinet Indonesia Maju yang menjabat pada tahun 2019 - 2023. Ia juga kader dari Partai Nasdem pimpinan Surya Paloh.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri dengan cara menonton isi video dari awal hingga akhir, ternyata tidak ditemukan bukti atau fakta terkait dengan wanita cantik yang menikmati harta Johnny G Plate yang diduga hasil korupsi 8 triliun.
Isi video hanya berisikan potongan foto yang membuat beberapa tokoh menteri dan pejabat negara. Sedangkan narator juga hanya menceritakan tentang kasus korupsi proyek BTS Kominfo.
Jadi tidak ada tentang wanita cantik penikmat harta Johnny G Plate. Thumbnail dan judul video juga tidak sesuai dengan apa yang ada dalam isi video.
Baca Juga: Indra Sjafri Bakal Dipinang PSSI di ASIAN Games, Bagaimana Nasib Shin Tae-yong?
KESIMPULAN
Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan kalau konten video tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Karena judul dan cover video tidak ada kaitanya dengan isi dan narasi yang diberitakan.
Masyarakat diimbau tetap kritis dan waspada akan beredarnya konten-konten serupa yang menyesatkan dan mengandung berita Hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected]. (Iqbal/*)