NTB Berikhtiar Ciptakan Desa Industri Berbasis Potensi Wilayah

Suara NTB

Selasa, 29 Agustus 2023 | 13:28 WIB
NTB Berikhtiar Ciptakan Desa Industri Berbasis Potensi Wilayah
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti (kiri), bersama Ketua ASASI Wilayah NTB, Dr. Teti Zubaidah,   saat menyampaikan pemaparan. (Sumber foto: Disperin NTB)

NTB.Suara.com - Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar meningkatkan perekonomian dari berbagai sektor. Salah satunya dengan menciptakan desa industri yang berbasis potensi wilayah yang merupakan gagasan baru dari Dinas Perindustrian NTB.

Desa industri yang dimaksud adalah ketika desa mampu memanfaatkan dan memberdayakan hingga menciptakan pembaharuan dari potensi masing-masing desa yang bisa dimanfaatkan ke dalam hal baru hingga ada daya tarik bagi konsumen yang bernilai. Itulah yang disebut dengan industrialisasi atau Desa Industri.

"Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi, di mana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi atau pembaharuan," kata Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, dalam rapat bersama Akademisi dan Saintis Indonesia (ASASI) Wilayah NTB, di aula Halal Industrial Park, Dinas Perindustrian NTB, di Mataram, Senin (28/8/2023).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua ASASI Wilayah NTB, Dr. Teti Zubaidah,  perwakilan dari BRIN dan beberapa representasi kepala desa (Kades) se-NTB, antara lain Kades Darmaji, Kades Senggigi, Kades Gapuk, Kades Mamben, Kades Semoyang, Kades Grimax, dan Kades Buwun Sejati. 

Dalam pertemuan tersebut, Nuryanti memaparkan tentang desanomics yang menjadi jembatan menuju penciptaan komunitas pembaharuan berbasis lokasi fisik atau non fisik hingga edukasi, khususnya desa, sebagai landasan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

Desanomics sebagai jalan kolaborasi komunitas hingga masyarakat pada umumnya perdesaan sosial DKM, pesantren, koperasi, BUMDes, dan pemerintah desa untuk mereposisi desa menjadi basis ekonomi pangan halal yang berkemajuan.

Menurutnya, industrialisasi adalah terobosan baru di NTB. Industrialisasi tidak semata-mata membangun gedung megah atau pabrik besar, melainkan industrialisasi yang digaungkan di NTB, adalah mulai dari sederhana, dari sesuatu yang tidak bernilai bisa menjadi hal luar biasa dan bisa dimanfaatkan ke dalam hal baru. 

"Maka dari itu kami ingin memulai semua itu dari desa yang kami sebut yaitu Desa Industri atau Desanomics. Desanomics merupakan seruan bagi gerakan Bela Desa, Desanomics bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan uang dari orang lain, melainkan tentang mendapatkan kepercayaan dari penduduk setempat di komunitas tempat calon pengusaha pemula hadir. Bagaimana kita bisa menciptakan pasar baru bagi para masyarakat ataupun para UMKM di desa," ujar Nuryanti.

Kepala ASASI Wilayah NTB, Dr. Teti Zubaidah, mengatakan NTB sangat kaya akan pembaharuan dari hal kecil hingga besar. Semua ada di NTB, tinggal bagaimana tata kelolanya agar sempurna. 

baca juga

Ia menambahkan mewujudkan desa-desa yang menjadi target dengan tujuan yang strategis, yaitu skala internasional. Namun, hal tersebut perlu membimbing kesadararan masyarakat.

"Provinsi yang kaya akan semua hal, itu ada di NTB. Apa lagi dengan pangannya atau hasil panen di NTB selalu menjadi urutan pertama, untuk itu kami di ASASI sangat menanti kerja sama seperti yang diharapkan bersama," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Sengigigi, Mastur, memaparkan keadaan desanya hingga potensi yang ada. Menurutnya, begitu besar peluang pasar di daerahnya, mulai dari perhotelan, kafe, wisata pantai dan lain sebagainya. Semua hal itu bisa dijadikan peluang untuk warga desa Senggigi memasarkan produk hingga pangan yang menjadi potensi dari desa tersebut.

"Kami di Senggigi sangat bersyukur dengan dijadikannya Senggigi tempat wisata. Kami mudah dalam memasarkan produk dan potensi desa kami. Dari hotel tingga tempat rekreasi lainnya menjadi ladang pasar bagi para UMKM kami," tuturnya.

Dari penyampaian perwakilan kepala desa yang hadir hampir semuanya sama, yaitu mengharapkan kolaborasi dari semua aspek. Sebab dari semua desa di NTB, mempunyai potensi masing-masing dalam mengembangkan desanya, tinggal bagaimana semua aspek hingga stakeholder mampu berjalan beriringan menuju pembaharuan yang berkemajuan.

Kemudian, langkah konkret atau upaya pemerintah untuk mewujudkan desa industri dan desanomics adalah dengan memulai bekerja sama dengan semua pihak salah satunya adalah perangkat desa. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidak Bisa Jalan karena Kecelakaan, Penerima KTA Asuransi Perindo Senang Terima Bantuan

Tidak Bisa Jalan karena Kecelakaan, Penerima KTA Asuransi Perindo Senang Terima Bantuan

Ntb | Senin, 28 Agustus 2023 | 19:01 WIB

Irjen Kementerian Pertanian Sebut Alih Fungsi Lahan Pertanian Semakin Masif

Irjen Kementerian Pertanian Sebut Alih Fungsi Lahan Pertanian Semakin Masif

Ntb | Kamis, 10 Agustus 2023 | 22:37 WIB

Pemprov NTB dan PT AMNT Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Pemprov NTB dan PT AMNT Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Ntb | Minggu, 06 Agustus 2023 | 14:45 WIB

Terkini

Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16

Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:23 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Sumsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Bekaci | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

×