NTB.Suara.com - Persebaya Surabaya tampaknya masih harus menggunakan jasa Uston Nawawi untuk melatih Reva Adi Utama dkk. Termasuk saat laga melawan Madura United, Uston Nawawi dikabarkan akan tetap mendampingi.
Belakangan memang santer diberitakan bahwa Persebaya sudah membuat kesepakatan dengan Josep Gombau, sebagai pelatih kepala. Akan tetapi, saat ini pihak manajemen belum menyampaikan secara resmi ke publik.
Bajul Ijo sendiri sudah terancam kena denda Rp100 juta jika saat tandang melawan Madura United belum mengajukan pelatih kepala yang memenuhi syarat lisensi AFC Pro atau setara.
Lantas, dengan masih menggunakan Uston Nawawi sebagai pelatih membuat Persebaya kena denda Rp100 juta?
Ternyata, ada skenario lain walau tetap bersama Uston Nawawi sebagai pelatih, Persebaya bisa terhindar dari denda Rp100 juta.
Akun Instagram @kitabonek membagikan postingan Twitter salah satu orang dekat bos Persebaya, @Goldmind_82.
Akun Twitter tersebut menjelaskan bahwa saat melawan Madura United pada 17 September 2023, Josep Gombau akan hadir di bench pemain Persebaya. Akan tetapi, peran Gombau hanya mengamati saja.
"Untuk skema pertandingan dan yang bewenang masih Uston," kata @goldmin_82.
Kata dia, Josep Gombau baru akan memberikan sentuhan atau melatih tim Persebaya untuk persiapan menghadapi Arema FC pada 23 September 2023.
"Sentuhan pelatih baru bsaterlihat saat lawan tim papan bawah Arema," imbuhnya.
Dengan mendaftarkan Josep Gombau sebagai pelatih kepala dan kehadirannya saat lawan Madura, maka Persebaya terhindar dari denda Rp100 juta.
"Koyoke mengerikan yo mat. Sebuah prinsip: Intai, Awasi, Eksekusi. Pelatih Mode Senyap,"kata @kitabonek. (*)