Mengejutkan, Leluhur Penajam Paser Utara Bukan Dayak, tapi Sosok Ini

Suara NTB

Sabtu, 16 September 2023 | 10:03 WIB
Mengejutkan, Leluhur Penajam Paser Utara Bukan Dayak, tapi Sosok Ini
Ilustrasi suku dayak tahun 1910-1912 (Instagram)

NTB.Suara.com - Penajam Paser Utara, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, memiliki sejarah panjang dan kaya. Wilayah ini memiliki akar yang dalam dalam sejarah Suku Paser Tunan dan Suku Paser Balik, yang merupakan bagian dari Suku Paser yang saat ini tinggal di Kabupaten Paser

Kedua suku ini hidup terpencar dalam masyarakat yang berbasis suku. Masing-masing kelompok membentuk apa yang mereka sebut sebagai "Kerajaan Adat," dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan dan petani. Pada masa lalu, wilayah Penajam dihuni oleh kelompok-kelompok suku yang hidup terpencar. 

Setiap kelompok suku ini mendirikan apa yang mereka sebut sebagai "Kerajaan Adat." Dalam setiap kerajaan ini, kepemimpinan biasanya dipegang oleh seorang raja atau pemimpin adat.

Masing-masing dari kerajaan ini menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun dan mengandalkan mata pencaharian utama mereka sebagai nelayan dan petani.

Yang menarik adalah bahwa kerajaan-kerajaan ini umumnya berlokasi di sekitar sungai dan teluk yang ada di sekitar wilayah Penajam.

Misalnya, Pemerintah Adat Suku Adang tinggal di sekitar Teluk Adang di Kabupaten Paser. Sementara itu, Pemerintah Adat Suku Lolo tinggal di muara Sungai Lolo, Pemerintah Adat Suku Kali tinggal di Long Kali, dan Pemerintah Adat Suku Tunan tinggal di Muara Sungai Tunan, yang saat ini merupakan bagian dari Penajam Paser Utara. Pemerintah Adat Suku Balik tinggal di sekitar Teluk Balikpapan.

Pemerintah Adat Suku Balik kemudian menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Kutai Kartanegar yang lebih besar, sementara kerajaan-kerajaan lainnya seperti Suku Adang, Lolo, Kali, dan Tunan menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Paser.

Masing-masing kerajaan ini memiliki sejarah dan budaya yang kaya, yang sayangnya banyak yang belum dicatat secara resmi dalam catatan sejarah modern.

Sejarah Penajam Paser Utara tidak dapat dipisahkan dari peran penting angkatan laut Kerajaan Paser. Perkembangan angkatan laut ini tidak terlepas dari peran seorang bangsawan Bugis Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai Petta Saiye.

baca juga

Petta Saiye membawa bersamanya empat orang tenaga ahli, tukang-tukang, dan pekerja biasa sekitar 50 orang untuk membantu Sultan Sulaiman Alamsyah memodernisasi kapal-kapal perang Kerajaan Paser.

Dalam waktu lebih dari setahun, Petta Saiye berhasil membangun kapal-kapal perang yang kemudian digunakan untuk melindungi wilayah utara Kerajaan Paser.

Keberadaan angkatan laut ini sangat penting, dan lokasi pelabuhan utama mereka adalah Tanjung Jumlai Jaya, yang saat ini termasuk dalam wilayah administratif Penajam Paser Utara.

Panglima perang yang diutus oleh Kerajaan Paser untuk mengawasi armada ini adalah Aden Segara. Keberadaan angkatan laut ini menjadi contoh bagaimana interaksi dengan bangsawan Bugis Sulawesi Selatan membantu memodernisasi kerajaan dan meningkatkan pengaruh wilayah ini.

Dalam sejarah Penajam Paser Utara, terdapat peristiwa penting yang terkait dengan ekspedisi mencari persenjataan yang menarik perhatian.

Keberadaan senjata menjadi sangat penting bagi Kerajaan Paser, dan untuk mendapatkan mereka, sebuah ekspedisi diperlukan. Petta Saiye, bersama dengan kelompoknya, diberi tugas oleh Sultan Sulaiman Alamsyah untuk mencari persenjataan.

Awalnya, mereka berencana untuk memperoleh senjata melalui sistem barter, seperti menukarkan rotan, getah wangkang, getah ketiau, dan emas dengan senjata.

Mereka mengarahkan perjalanan mereka ke perairan Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai pusat perdagangan bagi bangsa Belanda, Spanyol, dan Portugis pada masa itu.

Namun, ketika mereka tiba di daerah tersebut, mereka mendapat berita bahwa kapal-kapal Portugis yang biasanya membawa senjata telah menjadi jarang masuk ke wilayah perdagangan Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, Petta Saiye dan kelompoknya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Timor, tepatnya di Negeri Delly.

Di sinilah mereka mendapat kontak dengan seorang pengusaha dagang Portugis bernama Dacosta yang bersedia menukarkan senjatanya dengan syarat agar pertukaran itu dilakukan di Negeri Delly untuk menghindari gangguan dari orang Belanda. Akhirnya, Petta Saiye menyetujui syarat tersebut dan membawa kapal layar berisi muatan barang-barang yang akan dipertukarkan.

Meskipun banyak dari warisan sejarah ini telah menghilang atau terbengkalai seiring berjalannya waktu, beberapa jejak tetap ada hingga hari ini.

Di daerah Penajam Paser Utara, Anda dapat menemukan bukti-bukti sejarah ini dalam bentuk makam, bangunan-bangunan yang tersisa dalam bentuk rangka, meriam, dan bungker.

Keberadaan jejak-jejak ini adalah pengingat akan sejarah panjang dan perubahan yang telah dialami oleh Penajam Paser Utara.

Mereka juga merupakan bagian penting dari identitas budaya dan sejarah wilayah ini. Upaya pelestarian warisan sejarah ini adalah tugas bersama untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang masa lalu tetap hidup dan dapat dihargai oleh generasi masa kini dan masa depan.

Sejarah Penajam Paser Utara adalah kisah yang mencengangkan tentang bagaimana suku-suku pribumi, perdagangan internasional, dan perubahan sosial telah membentuk wilayah ini menjadi apa yang kita kenal saat ini.

Dari Kerajaan Adat yang terpisah-pisah hingga peran penting angkatan laut Kerajaan Paser dalam mengamankan wilayah, sejarah Penajam Paser Utara adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia yang lebih luas. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Dayak, Makam Keluarga Kerajaan Paser Bertulis Arab dan Aksara Bugis-Makassar

Bukan Dayak, Makam Keluarga Kerajaan Paser Bertulis Arab dan Aksara Bugis-Makassar

Ntb | Sabtu, 16 September 2023 | 09:47 WIB

Tiga Ribu Pegawai Pemkab Penajam Siap Bergabung dengan Otorita IKN

Tiga Ribu Pegawai Pemkab Penajam Siap Bergabung dengan Otorita IKN

Ntb | Jum'at, 15 September 2023 | 20:29 WIB

Terkini

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Jogja | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:32 WIB

×