Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi

Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima pesan khusus dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ia sowan ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Dok: Antara]

Suara.com - Orang selalu bilang: ekonomi itu bukan matematika. Tapi orang lupa, ekonomi juga bukan sihir. Ia berada di ruang abu-abu di antaranya. Dan di ruang abu-abu itu mestinya tumbuh demokrasi hijau; Green Democracy,

Meminjam terminologi Ketua DPD-RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam bukunya Green Democracy (2024);  yang menekankan pertumbuhan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan bergerak dari bawah ke atas. Dari desa ke kota. Dari sawah ke pabrik. Dari pasar tradisional ke mal.

Oleh karena itu, pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 25% dalam APBN 2026 bukan hanya soal teknis fiskal. Ia adalah bentuk nyata distorsi terhadap pergerakan supply uang (M2) yang seharusnya mengalir sampai ke daerah.

Dan lebih jauh lagi, ia mendistorsi konstitusi serta menyalahi hakikat Green Democracy itu sendiri. Bagaimana mungkin pertumbuhan dikatakan sehat jika denyut ekonominya diputus di arteri paling ujung?

Di sinilah tantangan terbesar Purbaya Yudhi Sadewa, menteri keuangan baru. Ia harus mengembalikan logika ekonomi ke jalur sehat, tapi sekaligus menghadapi kenyataan: uang Rp200 triliun sudah diputuskan untuk digelontorkan ke sistem keuangan. Targetnya jelas: pertumbuhan ekonomi Indonesia harus naik ke 6 persen.

Rp200 triliun itu bukan angka kecil. Satu persen PDB Indonesia hari ini kira-kira juga Rp200 triliun. Jadi secara kasar, kalau uang sebesar itu benar-benar masuk ke nadi ekonomi, output nasional seharusnya bisa naik sekitar 1 persen. Dari 5 persen ke 6 persen. Dari Rp20 ribu triliun ke Rp20.200 triliun. Sesederhana itu di atas kertas.

Tapi ekonomi tidak sesederhana kertas. Mari kita mundur sedikit. Ada istilah yang jarang masuk headline surat kabar: uang inti, base money, atau M0. Itulah uang yang benar-benar nyata: uang kertas, logam, plus saldo giro perbankan di Bank Indonesia. Pondasi uang. Dari sanalah lahir turunan yang lebih gemuk: M1 (uang kartal plus giro) dan M2 (M1 plus tabungan dan deposito).

Ekonomi bergerak bukan oleh M0, melainkan oleh M2. Karena M2 itulah uang yang bisa dipakai untuk belanja, investasi, bahkan spekulasi. Semakin banyak M2, semakin banyak amunisi yang beredar.

Ekonomi bukan hitungan lurus

baca juga

Indonesia punya rasio M2 terhadap PDB sekitar 45 persen. Itu artinya, kalau PDB Rp20 ribu triliun, M2 kita di kisaran Rp9 ribu triliun. Pertumbuhan PDB 1 persen biasanya membutuhkan tambahan M2 sekitar Rp90 triliun. Dengan hitungan ini, suntikan Rp200 triliun Purbaya lebih dari cukup. Bahkan berlebihan untuk sekadar satu persen tambahan PDB.

Tetapi lagi-lagi: ekonomi tidak berjalan di rel hitungan lurus. Ada yang namanya multiplier. Bank-bank meminjamkan uang jauh lebih banyak daripada simpanan yang ditaruh di mereka. Uang berputar beberapa kali. Dalam teori, multiplier bisa tiga kali, empat kali, bahkan lebih. Artinya, kalau Purbaya memasukkan Rp200 triliun ke sistem, efek riilnya bisa jadi Rp600 triliun atau lebih. Cukup untuk menutup gap pertumbuhan dari 5 ke 6 persen.

Namun, multiplier juga bisa mandek. Kalau bank memilih memarkir dana di Sertifikat BI atau Surat Berharga Negara, uang berhenti. Kalau masyarakat memilih menabung daripada belanja, uang lambat. Kalau perusahaan menahan investasi karena politik belum jelas, uang beku. Multiplier jadi satu. Bahkan bisa lebih rendah.

Di situlah letak risiko besar. Bahkan, uang bisa malah berbalik arah. Tambahan Rp200 triliun likuiditas bisa memicu inflasi. Harga-harga naik. Output riil tak bertambah. PDB nominal mungkin bertambah, tapi rakyat hanya merasa ongkos hidup semakin berat.

Sejarah memberi banyak pelajaran. Amerika Serikat tahun 2008-2009 menyuntikkan triliunan dolar ke perbankan untuk menyelamatkan ekonomi. Pertumbuhan terselamatkan, tapi efek inflasi baru muncul beberapa tahun kemudian.

Jepang menambah uang dengan program “Abenomics” sampai rasio M2/PDB mereka sangat tinggi, tapi pertumbuhan tetap 1 persen. Di sisi lain, Tiongkok bisa menjaga multiplier mereka tetap tinggi karena bank-bank dimobilisasi untuk menyalurkan kredit ke infrastruktur. Jadi pertanyaannya: Indonesia mau jadi Amerika, Jepang, atau Tiongkok?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Keuangan Puji Penyerapan Anggaran Kementerian PU

Menteri Keuangan Puji Penyerapan Anggaran Kementerian PU

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Sowan ke Istana Wapres, Purbaya Terima Pesan Ini dari Gibran

Sowan ke Istana Wapres, Purbaya Terima Pesan Ini dari Gibran

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Anak Menkeu Purbaya Bongkar Isu Teror Santet di Rumah: Jangan Berpikir dengan Logika Mistik

Anak Menkeu Purbaya Bongkar Isu Teror Santet di Rumah: Jangan Berpikir dengan Logika Mistik

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 14:29 WIB

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:22 WIB

Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka

Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:20 WIB

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:18 WIB

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:16 WIB

7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam

7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:15 WIB

Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres

Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:14 WIB

Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara

Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:12 WIB

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:11 WIB

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:10 WIB

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

×