Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi

Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima pesan khusus dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ia sowan ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Dok: Antara]

Pertumbuhan 6 persen

Purbaya bukan orang baru. Ia pernah di LPS, pernah di Menko Ekonomi, pernah jadi analis BUMN besar. Ia tahu angka. Ia tahu pasar. Dan ia tahu publik akan selalu menilai dari hasil: apakah Rp200 triliun itu betul-betul menjelma jadi 6 persen pertumbuhan.

Saya membayangkan Purbaya seperti Cowboy di gurun. Di tangannya ada sebotol air, 200 liter, yang harus cukup untuk menyelamatkan karavan raksasa bernama Indonesia. Kalau air itu ia tuangkan di pasir, habis menguap. Kalau ia simpan sendiri, karavan tetap kehausan. Kalau ia bagi rata dengan disiplin, semua orang bisa sampai tujuan.

Masalahnya: karavan ini penuh pedagang, birokrat, bankir, politisi. Semua haus. Semua berebut. Bagaimana Purbaya memastikan Rp200 triliun itu tidak tumpah di jalan sebelum sampai ke roda ekonomi riil?

Jawabannya ada di instrumen. BI bisa menggelontorkan lewat operasi pasar terbuka, repo, atau giro wajib minimum. Tapi ujungnya tetap sama: uang harus mengalir ke kredit produktif. Ke pabrik. Ke ladang. Ke proyek energi. Ke UMKM.

Kalau Rp200 triliun itu nyangkut di obligasi pemerintah, pertumbuhan tidak akan loncat. Kalau nyangkut di deposito korporasi, dampaknya kecil. Kalau nyangkut di pasar saham untuk spekulasi, efeknya ke PDB tipis.

Sebaliknya, kalau Rp200 triliun itu dipakai bank untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif, multiplier bisa 3-4 kali. Rp600-800 triliun aktivitas ekonomi baru tercipta. Dan target 6 persen bukan mimpi.

Mari berhitung kasar. Katakan multiplier 3. Tambahan Rp200 triliun = Rp600 triliun. Dibagi PDB Rp20 ribu triliun = 3 persen tambahan. Kalau baseline kita 5 persen, meloncat ke 8 persen pun mungkin. Tapi kalau multiplier hanya 1, tambahan Rp200 triliun hanya 1 persen. Dari 5 ke 6 persen. Itu pun syukur-syukur. Kalau multiplier nol, PDB tetap 5 persen, tapi inflasi yang naik.

Itulah taruhan Purbaya. Ekonomi tidak tunduk pada janji. Ia tunduk pada perilaku jutaan rumah tangga, jutaan usaha kecil, ribuan perusahaan, ratusan bank. Ia bergerak dengan rasa percaya. Dengan harapan. Dengan ekspektasi.

baca juga

Kalau publik percaya ekonomi akan tumbuh, mereka berani belanja. Kalau pengusaha percaya pasar akan besar, mereka berani berinvestasi. Kalau bank percaya kredit akan kembali, mereka berani menyalurkan dana. Uang pun berputar. Multiplier hidup.

Jadi mungkin sebenarnya yang sedang disuntik Purbaya bukan hanya Rp200 triliun uang, tapi juga Rp200 triliun rasa percaya. Dan akhirnya, kita akan menilai dari hasil. Apakah angka 6 persen itu tercapai atau tidak. Apakah Rp200 triliun itu menjadi bensin yang mendorong mesin, atau menjadi uap yang hilang ke udara.

Kalau berhasil, Purbaya akan tercatat sebagai Menkeu yang bisa mengembalikan Indonesia ke pertumbuhan tinggi. Kalau gagal, ia hanya akan jadi catatan kaki: menteri yang pernah mengucurkan Rp200 triliun tanpa bekas.

Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu. Menunggu bank-bank: apakah mereka berani mengucurkan kredit. Menunggu pengusaha: apakah mereka berani menambah pabrik. Menunggu rakyat: apakah mereka berani belanja. Karena pada akhirnya, ekonomi tidak ditentukan oleh Purbaya seorang. Ia ditentukan oleh kita semua.***

Oleh: Abdul Munir Sara (Pemerhati Kebijakan Publik)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Keuangan Puji Penyerapan Anggaran Kementerian PU

Menteri Keuangan Puji Penyerapan Anggaran Kementerian PU

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Sowan ke Istana Wapres, Purbaya Terima Pesan Ini dari Gibran

Sowan ke Istana Wapres, Purbaya Terima Pesan Ini dari Gibran

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Anak Menkeu Purbaya Bongkar Isu Teror Santet di Rumah: Jangan Berpikir dengan Logika Mistik

Anak Menkeu Purbaya Bongkar Isu Teror Santet di Rumah: Jangan Berpikir dengan Logika Mistik

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 14:29 WIB

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Menteri Keuangan Diminta Hentikan Komentari Kementerian Lain, Purbaya: Bodo Amat

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:26 WIB

8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya

8 Weton Balungan Sugih Apa Saja? Ini Daftar Menurut Primbon Jawa dan Maknanya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:20 WIB

Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan

Kegiatan Usaha PFII Pakai Dolar AS, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah di Tengah Pelemahan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:18 WIB

Apa Tema Resmi HUT ke-81 RI Tahun 2026? Ini Makna dan Link Download Logo

Apa Tema Resmi HUT ke-81 RI Tahun 2026? Ini Makna dan Link Download Logo

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:16 WIB

Soal Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dirjen Pajak Minta Publik Tak Perlu Perbesar Isu

Soal Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dirjen Pajak Minta Publik Tak Perlu Perbesar Isu

Video | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:16 WIB

Kapan Puncak Kejayaan Weton Selasa Legi? Cek Bocoran Usia Emas dan Garis Rezeki di Sini!

Kapan Puncak Kejayaan Weton Selasa Legi? Cek Bocoran Usia Emas dan Garis Rezeki di Sini!

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:13 WIB

Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN

Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:13 WIB

10 Warna Bedak Wardah yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat, Ini Pilihan Shade-nya

10 Warna Bedak Wardah yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat, Ini Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:07 WIB

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:06 WIB

Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film

Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:05 WIB

×