Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:49 WIB
Green Democracy, Menkeu Baru dan Arah Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima pesan khusus dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ia sowan ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Dok: Antara]

Pertumbuhan 6 persen

Purbaya bukan orang baru. Ia pernah di LPS, pernah di Menko Ekonomi, pernah jadi analis BUMN besar. Ia tahu angka. Ia tahu pasar. Dan ia tahu publik akan selalu menilai dari hasil: apakah Rp200 triliun itu betul-betul menjelma jadi 6 persen pertumbuhan.

Saya membayangkan Purbaya seperti Cowboy di gurun. Di tangannya ada sebotol air, 200 liter, yang harus cukup untuk menyelamatkan karavan raksasa bernama Indonesia. Kalau air itu ia tuangkan di pasir, habis menguap. Kalau ia simpan sendiri, karavan tetap kehausan. Kalau ia bagi rata dengan disiplin, semua orang bisa sampai tujuan.

Masalahnya: karavan ini penuh pedagang, birokrat, bankir, politisi. Semua haus. Semua berebut. Bagaimana Purbaya memastikan Rp200 triliun itu tidak tumpah di jalan sebelum sampai ke roda ekonomi riil?

Jawabannya ada di instrumen. BI bisa menggelontorkan lewat operasi pasar terbuka, repo, atau giro wajib minimum. Tapi ujungnya tetap sama: uang harus mengalir ke kredit produktif. Ke pabrik. Ke ladang. Ke proyek energi. Ke UMKM.

Kalau Rp200 triliun itu nyangkut di obligasi pemerintah, pertumbuhan tidak akan loncat. Kalau nyangkut di deposito korporasi, dampaknya kecil. Kalau nyangkut di pasar saham untuk spekulasi, efeknya ke PDB tipis.

Sebaliknya, kalau Rp200 triliun itu dipakai bank untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif, multiplier bisa 3-4 kali. Rp600-800 triliun aktivitas ekonomi baru tercipta. Dan target 6 persen bukan mimpi.

Mari berhitung kasar. Katakan multiplier 3. Tambahan Rp200 triliun = Rp600 triliun. Dibagi PDB Rp20 ribu triliun = 3 persen tambahan. Kalau baseline kita 5 persen, meloncat ke 8 persen pun mungkin. Tapi kalau multiplier hanya 1, tambahan Rp200 triliun hanya 1 persen. Dari 5 ke 6 persen. Itu pun syukur-syukur. Kalau multiplier nol, PDB tetap 5 persen, tapi inflasi yang naik.

Itulah taruhan Purbaya. Ekonomi tidak tunduk pada janji. Ia tunduk pada perilaku jutaan rumah tangga, jutaan usaha kecil, ribuan perusahaan, ratusan bank. Ia bergerak dengan rasa percaya. Dengan harapan. Dengan ekspektasi.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Mulai Tarik Pungutan Ekspor Biji Kakao 7,5 Persen

Kalau publik percaya ekonomi akan tumbuh, mereka berani belanja. Kalau pengusaha percaya pasar akan besar, mereka berani berinvestasi. Kalau bank percaya kredit akan kembali, mereka berani menyalurkan dana. Uang pun berputar. Multiplier hidup.

Jadi mungkin sebenarnya yang sedang disuntik Purbaya bukan hanya Rp200 triliun uang, tapi juga Rp200 triliun rasa percaya. Dan akhirnya, kita akan menilai dari hasil. Apakah angka 6 persen itu tercapai atau tidak. Apakah Rp200 triliun itu menjadi bensin yang mendorong mesin, atau menjadi uap yang hilang ke udara.

Kalau berhasil, Purbaya akan tercatat sebagai Menkeu yang bisa mengembalikan Indonesia ke pertumbuhan tinggi. Kalau gagal, ia hanya akan jadi catatan kaki: menteri yang pernah mengucurkan Rp200 triliun tanpa bekas.

Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu. Menunggu bank-bank: apakah mereka berani mengucurkan kredit. Menunggu pengusaha: apakah mereka berani menambah pabrik. Menunggu rakyat: apakah mereka berani belanja. Karena pada akhirnya, ekonomi tidak ditentukan oleh Purbaya seorang. Ia ditentukan oleh kita semua.***

Oleh: Abdul Munir Sara (Pemerhati Kebijakan Publik)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI