Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Jasra PutraWakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra. (Foto dok. pribadi/ Suara.com)
baca 10 detik
  • Fenomena 'perang sarung' mengindikasikan krisis ruang bermain dan kurangnya pengawasan anak saat Ramadan.
  • Masalah ini diperparah oleh perubahan pola waktu, di mana anak memiliki energi tinggi sementara orang dewasa beristirahat.
  • Diperlukan RUU Pengasuhan Anak dan lingkungan rumah ibadah ramah anak sebagai solusi struktural perlindungan.

Suara.com - Bulan suci Ramadan selalu menjadi titik kumpul komunal yang dirindukan. Namun, di balik semarak ibadah, ada pekerjaan rumah besar terkait pelindungan anak yang kerap kita abaikan.

Fenomena 'perang sarung' yang marak—bahkan hingga merenggut nyawa dan menyebabkan gegar otak yang telah terjadi—bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa. Ini adalah sinyal darurat dari krisis ruang bermain, lemahnya pengawasan, dan gagalnya lingkungan memfasilitasi energi anak-anak kita.

Krisis Ruang Ekspresi dan Perubahan Pola Waktu

Tragedi ini umumnya berakar di perkampungan padat penduduk. Di saat lahan-lahan luas telah berubah menjadi pabrik atau area parkir, ruang gerak anak menjadi sangat sempit.

Akibatnya, ketika Ramadan tiba dan anak-anak memiliki alasan sah untuk keluar rumah di malam hari, mereka berlari mencari ruang seluas-luasnya untuk berekspresi.

Masalah ini diperparah oleh perubahan pola waktu. Orang dewasa kerap kelelahan dan langsung beristirahat setelah berbuka puasa atau tarawih karena harus bekerja esok harinya.

Sebaliknya, energi anak-anak justru sedang meluap-luap di malam hari dan waktu sahur. Kekosongan pengawasan di celah waktu inilah yang memicu anak-anak mencari penyaluran energinya sendiri di jalanan.

Negara sebenarnya telah menjamin hak pemenuhan waktu luang anak (Kluster 4 Pemenuhan Hak Anak), namun implementasinya di lapangan masih membutuhkan dukungan anggaran dan rekayasa lingkungan yang sistematis.

Fenomena Gunung Es dan Urgensi RUU Pengasuhan Anak

baca juga

Kita tidak boleh terkecoh. 'Perang sarung' hanyalah puncak gunung es dari persoalan lama yang tak kunjung selesai; ia sekadar migrasi alat dari tawuran konvensional, di ramadan berganti alatnya dengan sarung.

Di balik rentetan angka kejadian tersebut, terdapat data kerentanan yang harus kita afirmasi secara kritis.

Apakah kita menyadari bahwa di balik anak-anak yang turun ke jalan tersebut ada realitas keluarga bercerai, kerentanan ekonomi (desil 1 dan 2), tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS), isu kesehatan mental, anak yang dititipkan atau diabaikan (meski memiliki keluarga), hingga minimnya respons terhadap kekerasan anak di suatu daerah? Sistem rujukan kita kerap kali mati. Untuk menjemput dan mengurai benang kusut di hulu ini, Indonesia sangat membutuhkan payung kebijakan yang kuat: RUU Pengasuhan Anak.

Tanpa ini, penanganan kita akan selalu centang perenang dan terlambat merespons.

Perang sarung di Kijang, Bintan [ist]
Perang sarung di Kijang, Bintan [ist]

Merebut Kembali Partisipasi Anak: Mewujudkan Rumah Ibadah Ramah Anak

Rumah ibadah sering kali memiliki halaman yang paling luas di tengah perkampungan padat. Namun sayangnya, banyak masjid dan musala saat ini mengalami krisis partisipasi anak yang bermakna. Anak-anak sering kali hanya dilihat sebagai objek penerima zakat dan takjil, namun diusir ketika dianggap berisik, atau sama sekali tidak dilibatkan dalam merencanakan kegiatan Ramadan mereka sendiri.

Akibatnya, takmir dan donatur sering kali menutup mata. Mereka gagal paham. Tentu tidak semua masjid atau musholla seperti itu.

Tapi ini bisa jadi renungan bersama. Mereka merasa ibadah sudah paripurna ketika melihat anak-anak berbaris rapi menerima takjil, tanpa menyadari bahwa anak-anak yang sama mungkin terlibat perang sarung di gang-gang sempit selepas sahur.

Kita harus mengubah cara pandang (mindset) ibadah dan zakat kita.

Para donatur dan pengurus masjid harus menaikkan level kepeduliannya. Ramadan yang berlangsung selama 30 hari adalah momentum emas untuk mengarusutamakan isu anak, perempuan, lansia, dan difabel.

Masjid harus menghadirkan inovasi, menyediakan ruang penyaluran bakat, dan menjadi tempat yang dirindukan anak—bukan sekadar tempat transit sebelum mereka kembali bertarung di jalanan.

Jangan pernah merasa anak kita paling aman hanya karena fasilitas di rumah sudah terpenuhi. Dalam sistem sosial, jika ada satu kelompok anak yang tidak terurus, dampaknya akan mengintai seluruh anak di lingkungan tersebut.

Mari jadikan Ramadan ini sebagai titik balik pemulihan ghirah dan jiwa anak.

Bersama-sama, kita wujudkan seluruh ruang kegiatan bersama di bulan suci ini menjadi lingkungan yang Ramah Anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salat Jenazah Try Sutrisno Digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Bahlil dan Prasetyo Hadi Hadir

Salat Jenazah Try Sutrisno Digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Bahlil dan Prasetyo Hadi Hadir

News | Senin, 02 Maret 2026 | 12:56 WIB

Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Zuhur, Salat Jenazah di Masjid Agung Sunda Kelapa

Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Zuhur, Salat Jenazah di Masjid Agung Sunda Kelapa

News | Senin, 02 Maret 2026 | 11:10 WIB

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:44 WIB

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:28 WIB

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 20:58 WIB

Terkini

Polemik Baru Pulau Kemaro, Muncul Tuntutan Pulihkan Jejak Kesultanan Palembang

Polemik Baru Pulau Kemaro, Muncul Tuntutan Pulihkan Jejak Kesultanan Palembang

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 19:00 WIB

Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai

Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:00 WIB

Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!

Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 19:00 WIB

Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan

Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran

Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:49 WIB

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:49 WIB

Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi

Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:47 WIB

Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih

Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Solusi Keamanan atau Jalan Menuju Main Hakim Sendiri?

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Solusi Keamanan atau Jalan Menuju Main Hakim Sendiri?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:42 WIB

Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan

Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 18:39 WIB

×