Suara.com - Mobil yang berbicara satu sama lain bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia ketimbang fitur keselamatan lain pada kendaraan roda empat, demikian dikatakan para pakar keselamatan transportasi.
Scott Belcher, presiden Intelligent Transport Solutions, sebuah perusahaan penyedia solusi transportasi masa depan di Amerika Serikat, mengatakan bahwa teknologi komunikasi antarmobil akan memainkan peranan penting di jalanan ketimbang air bag, sabuk pengaman, atau pengendali stabilitas kendaraan.
Berbicara dalam konfrensi solusi transportasi masa depan di Melbourne, Australia, pekan lalu, Belcher mengatakan bahwa teknologi itu akan menjadi lompatan besar dalam sektor keselamatan sejak mobil pertama kali diciptakan.
"Ini akan menjadi luar biasa, lebih hebat dari sabuk pengaman dan air bag. Kita sedang memasuki era di mana mobil tidak lagi terlibat kecelakaan. Ini akan memberi manfaat pada masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi," jelas dia.
Departemen Transportasi AS baru-baru ini memulai sebuah proses yang akan mengatur bahwa sejak 2017 nanti, semua mobil yang dijual di AS harus dilengkapi dengan teknologi komunikasi antarmobil. Teknologi itu diklaim bisa mengurangi kecelakaan hingga 82 persen.
Teknologi komunikasi antarmobil menggunakan jaringan Wifi, yang menghubungkan satu mobil dengan mobil lainnya. Dengan teknologi ini, kecelakaan sangat mudah dihindari. Contohnya, jika sebuah mobil mengerem tiba-tiba, mobil di belakangnya akan bereaksi secara otonom untuk menghindari tabrakan, dan tidak bergantung pada kesigapan pengemudinya.
Tetapi menurut Belcher tantangannya saat ini adalah kecepatan para produsen mobil untuk menciptakan mobil dengan teknologi tersebut. Selain itu pemerintah juga diminta mempersiapkan jaringan internet nirkabel yang khusus ditujukan untuk layanan lalu lintas. (Drive.com.au)