Suara.com - Industri komponen bidang otomotif juga didera efek atas turunnya pasar otomotif di Indonesia.
Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Hadi Surjadipradja, kondisi semakin diperparah karena industri komponen juga sulit bertahan dipasar purna jual.
"Karena tidak semua komponen itu ada pasar after marketnya," katanya kepada Suara.com, Senin (6/7).
Hanya beberapa komponen, terutama komponen fast moving seperti rem dan filter, yang memiliki peluang besar di pasar purnajual.
"Yang bisa bermain dipasar purna jual adalah komponen jadi. Kalau hanya bagian dari komponen itu kan tidak ada," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah mengaku bahwa harga yang ditawarkan untuk pasar Original Equipment Manufacturer (OEM) dengan pasar after market cukup berbeda.
"Harga di after market itu lebih murah 30 persen. Tidak hanya itu, kualitas kan juga diperhitungkan kalau memasok OEM," katanya.