Array

Ekspor Sepeda Motor Meroket 446 Persen Sejak 2014

Sabtu, 15 Oktober 2016 | 14:34 WIB
Ekspor Sepeda Motor Meroket 446 Persen Sejak 2014
Suzuki Address, sepeda motor skutik yang telah diekspor ke Eropa. (Suara.com/Denny Yuliansari)

Suara.com - Saat pasar sepeda motor nasional menurun, ekspor 'kuda besi' dari Indonesia justru meroket. Tren penggunaan skuter otomatis (skutik) di negara-negara maju menjadi berkah bagi industri roda dua Indonesia.

Jumlah ekspor motor pada Januari-September 2016, berdasarkan Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), berjumlah 228.229 unit. Angka itu datang dari lima pabrikan yaitu Yamaha, Honda, Suzuki, TVS, Kawasaki.

"Sekitar 70 persen dari motor yang diekspor adalah skutik," kata Ketua Bidang Komersial AISI Aigit Kumala menjelaskan komposisi ekspor Indonesia pada tahun ini, Jumat (14/10/2016) sore di Jakarta.

Jumlah ekspor tersebut membubung hingga 446,71 persen sejak 2014. Kala itu, hanya 41.746 unit roda dua dari Indonesia yang dikirim untuk pasar luar negeri. Sementara, jika dibandingkan dengan ekspor motor pada Januari-September 2015, kenaikannya menyentuh 49,25 persen.

"Sejujurnya, kita (Indonesia) dahulu memang memulai ekspor dengan jumlah yang sangat kecil," timpal Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata.

Hal itu karena motor-motor yang diproduksi di Indonesia mayoritas masih yang berkapasitas mesin kecil yakni skutik dan underbone di bawah 250 cc. Sementara, pasar di negara-negara maju dulu cuma melirik motor 250 cc ke atas.

"Dulu, kan, yang pakai motor bermesin kecil adalah negara berkembang, sedangkan mereka juga punya keinginan memproduksi motor sendiri sehingga pasar ekspor kita terkungkung dan terbatas dengan angka kecil," papar Gunadi.

Meski demikian, terang Gunadi, hal itu berubah sejak muncul tren penggunaan motor kecil di negara-negara maju di kawasan Eropa pada 2015. Permintaan terhadap skutik meningkat dan pabrikan-pabrikan motor Jepang serta India memutuskan memenuhi permintaan tersebut dari pabrik-pabrik mereka di Indonesia.

"Kita banyak mengekspor ke Jerman, Belanda, Inggris, Belgia, kemudian negara-negara Eropa Timur. Kalau di ASEAN, ekspor ke Filipina, lalu ke kawasan Asia-Pasifik sampai Australia. Negara-negara sekitar Pasifik juga (kita ekspor)," tandasnya.

Di sisi lain, penjualan motor Januari-September 2016 untuk pasar domestik sendiri, menurut AISI, turun hampir 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 4.351.397 unit. Daya beli yang rendah akibat perlambatan kondisi ekonomi menjadi penyebabnya.

"Angka (penjualan motor domestik) 6 juta unit di akhir tahun mudah-mudahan bisa tercapai," harap Gunadi dengan target yang lebih rendah dibanding realisasi 2015 yang berjumlah 6,4 juta unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI