Suara.com - Tesla kini baru memiliki satu sport utility vehicle (SUV) listrik, Model X, akan tetapi, dua tahun dari sekarang yakni pada 2019, SUV listrik kedua Tesla yang bernama Model Y direncanakan muncul.
Tesla sejak beberapa bulan belakangan memang sudah mendengung-dengungkan perihal Model Y, tapi belum memberikan informasi lebih. Satu kabar yang sempat dikatakan oleh Chief Executive Officer Tesla Elon Musk lewat Twitter namun dihapus tak lama setelahnya ialah bahwa pintu Model Y akan menggunakan sistem Falcon-wing seperti di Model X.
Akhirnya, Musk, seperti diwartakan The Verge pada pertengahan pekan ini, memberikan beberapa detail lain mengenai compact SUV listrik tersebut. Model Y, kata Musk, diekspektasikan untuk mulai diproduksi pada akhir 2019 atau selambat-lambatnya di 2020.
Model Y juga akan menggunakan platform baru, bukan platform yang digunakan oleh produk lain Tesla sebelumnya, termasuk kendaraan terjangkau pabrikan ini yakni Model 3.
Musk juga membeberkan bahwa Model Y nantinya tidak lagi menggunakan arsitektur baterai 12 Volt yang ada di model-model Tesla sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mereduksi penggunaan kabel-kabel listrik sehingga proses produksi bisa lebih sedikit menggunakan manusia dan lebih banyak memakai robot.
Tesla sendiri pada kuartal I 2017 membukukan rekor penjualan dengan mendistribusikan 25.051 unit ke pasar. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini berada di jalur untuk mencapai target penjualan 50.000 unit di semester I tahun ini.
Pada Juli nanti, Tesla juga berencana mulai merakit mobil listrik termurah mereka, Model 3, yang diandalkan untuk mendongkrak penjualan secara signifikan. Pada 2020, atau hanya tiga tahun dari sekarang, Tesla berambisi menjual 1 juta unit mobil listrik.