Toyota: Mobil Hibrida Paling Realistis untuk Indonesia

Arsito Hidayatullah, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 29 Juli 2017 | 21:32 WIB
Toyota: Mobil Hibrida Paling Realistis untuk Indonesia
Ilustrasi mobil Toyota. (Shutterstock)

Suara.com - Toyota menilai mobil hibrida merupakan teknologi kendaraan ramah lingkungan yang paling realistis diterapkan untuk pasar Indonesia. Hanya saja, butuh paket insentif memadai agar harganya dapat mendorong konsumen membeli mobil tersebut.

Pemerintah saat ini sedang menggodok insentif-insentif untuk berbagai kendaraan berbahan bakar alternatif dalam regulasi bernama low carbon emission vehicle (LCEV). Peraturan itu dibuat untuk mempromosikan serta menciptakan pasar bagi kendaraan-kendaraan minim emisi gas buang.

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengatakan, industri otomotif memiliki banyak teknologi 'hijau' bagi kendaraan, seperti etanol, biodiesel, hibrida, atau mobil listrik. Yang perlu menjadi perhatian, teknologi-teknologi tersebut membutuhkan persiapan dengan skala beragam, dari yang cukup simpel hingga yang sangat besar.

Teknologi-teknologi semisal etanol, biodiesel, maupun mobil listrik murni, menurut Warih, membutuhkan persiapan yang tak sederhana. Persiapan itu menyangkut hal-hal seperti infrastruktur, material mentah untuk bahan bakar alternatif, hingga sektor mesin. Sementara mobil hibrida, menurutnya tak membutuhkan infrastruktur tambahan yang rumit.

"Infrastrukturnya hampir sama dengan saat ini," tuturnya, dalam wawancara seusai konferensi pers ekspor Toyota, Jumat (28/7/2017) malam di Jakarta.

Teknologi mobil hibrida, papar Warih lagi, mengandalkan mesin konvensional yang disokong oleh baterai serta motor listrik.

"Listriknya itu pun digerakkan (diisi dayanya) oleh mesinnya sendiri. Jadi kalau kendaraan itu datang ke Indonesia, ya, datang saja. Pasti bisa," tegas dia.

Satu tantangan yang mesti dipecahkan soal mobil hibrida, sambung Warih, adalah ongkos produksinya yang masih tinggi, sehingga harga jualnya akan mahal jika tak disokong insentif yang komprehensif.

"Tantangannya adalah bagaimana kebijakan-kebijakan kita, baik pemerintah maupun industri, agar bisa mencapai konsumen. Itu tantangan besarnya," ujarnya.

Warih kemudian mengutarakan bahwa Toyota secara aktif memberikan berbagai masukan konkret ke pemerintah agar insentif yang diberikan dapat mengena ke konsumen.

Direktur Manajemen Bisnis, Teknik, dan Audit Internal TMMIN, Yui Hastoro, menegaskan bahwa mobil hibrida merupakan yang paling masuk akal bagi industri otomotif Tanah Air. "Ini yang paling realistis," tandasnya.

Adapun macam-macam insentif yang bisa diberikan untuk menekan harga mobil hibrida, menurut Yui, antara lain adalah insentif pajak jika ada salah satu dari tiga komponen utama yang bisa dilokalisasi.

"Mobil hibrida itu kan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu baterai listriknya, ECU (Engine Control Unit), dan motor listrik. Kalau salah satunya ada yang bisa dilokalisasi, bisa (diberi) insentif," paparnya.

Di luar itu, lanjut Yui, bisa pula diberikan berbagai potongan pajak. Ini dilakukan oleh berbagai negara terhadap mobil hibrida serta mobil listrik.

"Kalau di luar negeri, banyak insentif pajaknya," tutur dia.

Yui pun mengatakan bahwa setelah regulasi dibuat, industri butuh waktu agar mobil hibrida dapat dirakit di dalam negeri. "Mungkin 5-10 tahun (dari sejak regulasi diterapkan)," sebutnya.

Sementara, untuk pemasaran dan penjualan mobil hibrida, itu dilakukan sembari membangun infrastruktur untuk mobil listrik.

"Kalau kami bilang, mobil ramah lingkungan itu sebenarnya arahnya ke mobil listrik," ucap Yui lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

30 Tahun Ekspor dari Indonesia, Toyota Siap Perluas Pasar

30 Tahun Ekspor dari Indonesia, Toyota Siap Perluas Pasar

Otomotif | Sabtu, 29 Juli 2017 | 19:03 WIB

Insentif Pajak Mobil Hibrida dan Listrik Mesti Terasa ke Konsumen

Insentif Pajak Mobil Hibrida dan Listrik Mesti Terasa ke Konsumen

Otomotif | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:11 WIB

Pemerintah Nilai Indonesia Lebih Siap untuk Mobil Hibrida

Pemerintah Nilai Indonesia Lebih Siap untuk Mobil Hibrida

Otomotif | Rabu, 26 Juli 2017 | 12:48 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×