Pemerintah Nilai Indonesia Lebih Siap untuk Mobil Hibrida

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Rabu, 26 Juli 2017 | 12:48 WIB
Pemerintah Nilai Indonesia Lebih Siap untuk Mobil Hibrida
Ilustrasi mesin mobil hibrida. [Pixabay]

Suara.com - Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, menilai bahwa secara infrastruktur Indonesia lebih siap untuk menerima mobil hibrida ketimbang teknologi lain semisal mobil listrik murni. Hal yang masih perlu dibahas ialah insentif-insentif agar harga jualnya dapat ditekan.

Mobil hibrida menggabungkan mesin konvensional dengan sistem penggerak bertenaga listrik. Teknologi ini kerap dianggap sebagai transisi menuju mobil listrik murni.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan bahwa teknologi mesin hibrida relatif lebih cepat dan mudah diaplikasikan di pasar saat ini ketimbang mobil listrik murni. Sarana dan prasarana yang diperlukan pun tak serumit mobil listrik murni.

"Dengan infrastruktur yang ada di Indonesia, teknologi hybrid lebih memungkinkan untuk diaplikasikan, dibandingkan mesin listrik secara tunggal. Saat ini produsen otomotif Jepang pendekatannya lebih pada pengembangan hybrid, bukan electric vehicle,” paparnya melalui keterangan pers Kementerian yang diterima Suara.com, awal pekan ini.

Beberapa hal yang masih harus dipastikan, lanjut Putu, ialah soal struktur perpajakan. Ia menerangkan bahwa insentif bagi pelaku industri harus diberikan demi mendorong mereka beralih ke teknologi hibrida.

Akan tetapi, kewajiban menggunakan komponen lokal di dalamnya tak juga dilupakan.

"Insentifnya lagi dibicarakan, tetapi wajib mengacu pada Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Kalau low cost green car (LCGC), itu sudah mencapai 80 persen komponen lokalnya. Kalau mobil listrik (dan hibrida) belum ditentukan, masih dibahas," papar dia.

Salah satu insentif yang mungkin saja diberikan ialah reduksi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Pemerintah, menurut Putu, bisa saja mengurangi PPnBM sesuai jumlah emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan.

Karena itu, sambung Putu, mobil listrik yang tak memiliki emisi gas buang akan bebas PPnBM jika hal ini diberlakukan.

baca juga

Semua poin itu akan diatur dalam regulasi Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang kini sedang digodok. Peraturan ini ialah kelanjutan dari aturan LCGC yang sudah berjalan.

Regulasi LCEV bakal diberlakukan demi target mengurangi emisi gas buang sebanyak 29 persen pada 2030.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, di sisi lain, berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya fokus dulu memastikan penetapan standar emisi EURO 4 tahun depan terlaksana. Setelah itu, barulah beranjak ke mobil hibrida.

"Hanya saja regulasi perpajakan dan kebijakan fiskal harus bisa diselesaikan agar tidak bermasalah ketika mobil listrik diluncurkan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Toyota Anggap Mobil Hibrida Bukan Cuma Transisi ke Mobil Listrik

Toyota Anggap Mobil Hibrida Bukan Cuma Transisi ke Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 24 Juni 2017 | 16:15 WIB

Pemerintah Diminta Wajibkan Industri Produksi Mobil Hibrid

Pemerintah Diminta Wajibkan Industri Produksi Mobil Hibrid

Otomotif | Selasa, 18 April 2017 | 03:29 WIB

Soal Mobil Hibrida, Toyota Tunggu Kebijakan Pemerintah

Soal Mobil Hibrida, Toyota Tunggu Kebijakan Pemerintah

Otomotif | Jum'at, 07 April 2017 | 18:04 WIB

Terkini

3 Parfum Pria Tahan Lama Terbaik, Dijamin Bikin Cewek Nempel!

3 Parfum Pria Tahan Lama Terbaik, Dijamin Bikin Cewek Nempel!

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:41 WIB

Sinopsis Matching: True Love, Film Thriller Jepang Dibintangi Tao Tsuchiya

Sinopsis Matching: True Love, Film Thriller Jepang Dibintangi Tao Tsuchiya

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:40 WIB

YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY

YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY

Jogja | Sabtu, 26 September 2026 | 17:38 WIB

Sinopsis The Love of Hypnosis, Dracin Terbaru Liu Yifei dan Jing Bo Ran

Sinopsis The Love of Hypnosis, Dracin Terbaru Liu Yifei dan Jing Bo Ran

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

×