Alasan Nissan Mengutamakan Note e-Power Ketimbang X-Trail Hibrida

Arsito Hidayatullah | Insan Akbar Krisnamusi | Suara.com

Selasa, 29 Agustus 2017 | 20:35 WIB
Alasan Nissan Mengutamakan Note e-Power Ketimbang X-Trail Hibrida
Nissan Note e-Power di GIIAS 2017, ICE, BSD City, Tangerang, Sabtu (12/8/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Nissan saat ini sebenarnya sudah punya mobil rendah emisi gas buang di Indonesia dalam wujud X-Trail hibrida. Namun, kala pemerintah memastikan bakal memberikan insentif pajak bagi mobil-mobil berteknologi 'hijau', yang kelak didorong oleh Nissan untuk naik ke permukaan malah Note e-Power.

X-Trail hibrida diluncurkan Nissan di Indonesia pada Agustus 2015 tanpa insentif pajak. Lantaran itulah, harganya melambung cukup tinggi di pasar otomotif Tanah Air.

Saat ini, berdasarkan penelusuran Suara.com di laman daring resmi Nissan Indonesia, X-Trail hibrida berbanderol Rp634,2 juta on the road Jakarta.

Dengan harga semahal itu, tak heran jika penjualan mobil tersebut amat minim. Sepanjang tujuh bulan pertama 2017 saja, X-Trail hibrida, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), cuma terjual 10 unit.

Rencana pemerintah untuk memberikan insentif pajak bagi mobil-mobil hibrida atau listrik pun muncul, lewat regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang masih digodok pemerintah, dan diharapkan hadir antara tahun ini atau awal tahun depan.

Namun, Nissan mengakui lebih memilih Note e-Power untuk diperkenalkan di Indonesia setelah regulasi LCEV. X-Trail hibrida sendiri tampaknya bakal dinomorduakan.

"Note e-Power akan kami utamakan," ucap General Manager Strategi Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, ketika ditemui Suara.com pada akhir pekan lalu di Jakarta.

Budi sendiri masih belum dapat memastikan bahwa Nissan akan memanfaatkan insentif pajak di regulasi LCEV untuk menurunkan harga X-Trail hibrida. Namun menurut dia, Note e-Power diutamakan karena Nissan menganggap teknologi e-Power yang ada pada model ini merupakan teknologi yang paling cocok bagi kondisi Indonesia.

"Yang pasti e-Power sudah solusi paling tepat," akunya.

Sama dengan hibrida, e-Power sebenarnya tetap memiliki mesin bensin konvensional yang dipadukan dengan dengan baterai ion-lithium dan motor listrik. Perbedaannya dengan hibrida adalah bahwa mesin bensin pada e-Power tidak terhubung dengan sistem penggerak dan hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai.

Hal ini, papar Budi, membuatnya tak butuh infrastruktur stasiun pengisian daya listrik. Selain itu, efisiensi bahan bakarnya pun diklaim lebih hemat ketimbang mobil hibrida.

"Di hibrida itu mesinnya masih terhubung dengan sistem penggerak, dengan roda. Sedangkan di e-Power, mesinnya tidak terhubung dengan sistem penggerak, cuma untuk mengisi tenaga listrik. Jadi, lebih irit e-Power soal konsumsi bahan bakar dibanding hibrida," papar Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Ini Syarat dari Nissan

Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Ini Syarat dari Nissan

Otomotif | Senin, 28 Agustus 2017 | 16:20 WIB

Nissan Beri Sinyal Akhiri 'Puasa Rilis Mobil Baru' Tahun Depan

Nissan Beri Sinyal Akhiri 'Puasa Rilis Mobil Baru' Tahun Depan

Otomotif | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 16:33 WIB

Indonesia Targetkan Rakit Mobil Hibrida dan Listrik Tahun 2022

Indonesia Targetkan Rakit Mobil Hibrida dan Listrik Tahun 2022

Otomotif | Rabu, 23 Agustus 2017 | 10:49 WIB

Terkini

Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio

Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:37 WIB

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:12 WIB

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:35 WIB

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:06 WIB

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:58 WIB

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10 WIB

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:10 WIB

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:45 WIB

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:42 WIB

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:38 WIB