Tutup Pabrik di Australia, Toyota Keluarkan Model Pamungkas Camry

Yazir Farouk, Insan Akbar Krisnamusi

Senin, 11 September 2017 | 10:35 WIB
Tutup Pabrik di Australia, Toyota Keluarkan Model Pamungkas Camry
Camry Hybrid Commemorative Edition [dok. Carscoops]

Suara.com - Camry hibrida edisi spesial menjadi karya terakhir Toyota sebelum resmi menutup pabrik mereka di Australia. Sedan berteknologi rendah emisi itu dibuat secara terbatas, dan tak semua unitnya untuk dijual.

Toyota, pada awal Oktober nanti bakal tak lagi memproduksi kendaraan-kendaraan mereka di 'Negeri Kangguru'. Pabrik berkapasitas 61 ribu unit per tahun yang berlokasi di Altona ini menjadi fasilitas perakitan yang paling terakhir tutup di Australia karena berbagai hal, salah satunya ialah ongkos buruh yang makin mahal.

Sebelum pabrik Toyota di negara itu ditutup selamanya, merek asal Jepang ini membuat mobil spesial bernama Camry Hybrid Commemorative Edition. Camry ini hanya dibuat 54 unit, yang menandakan 54 tahun Toyota merakit kendaraan di Australia.

Namun, hanya 52 unit Camry Hybrid Commemorative Edition yang dijual ke konsumen-konsumen domestik. Dua unit lainnya akan disimpan dan dipamerkan Toyota di Australia dan di Jepang.

Adapun banderol ke-52 unit Camry Hybrid Commemorative Edition ditawarkan dengan banderol 41.150 dollar Australian (Rp435,14 juta).

Camry hibrida istimewa itu didasarkan atas Camry Atara SL. Edisi spesialnya memperlihatkan eksterior merah metalik, atap hitam yang kontras, aksen merah pada grille depan, dan emblem Camry Hybrid Commemorative Edition di bagian belakang dan karpetnya.

Sementara itu, interiornya bertemakan 'sports mesh' dengan kursi berbalut kulit. Ada pula pencahayaan di bagian bawah kabin dengan warna biru, sistem audio JBL, sistem navigasi GPS, hingga fitur-fitur keamanan semisal Cruise Control, Lane Departure Alert, Rear Cross Traffic Alert.

Dapur pacunya tetap mengandalkan mesin bensin 2.5 l, empat silinder yang dipasangkan dengan motor listrik dan transmisi otomatis Continously Variable Timing (CVT). Perpaduan mesin konvensional plus motor listrik membuatnya mampu menggelontorkan tenaga maksimal 202hp.

Toyota Australia, setelah tidak lagi memproduksi kendaraan mulai Oktober nanti, akan menjalani masa transisi menjadi sekadar distributor umum yang efektif pada 1 Januari 2018. Tenaga kerja mereka di negara tetangga Indonesia itu pun nantinya berkurang dari sekitar 3.900 menjadi 1.300 orang saja.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keuntungan Toyota Vios Club Indonesia: 'Keluarga' Hingga Diskon

Keuntungan Toyota Vios Club Indonesia: 'Keluarga' Hingga Diskon

Otomotif | Minggu, 10 September 2017 | 06:14 WIB

13 Tahun, Toyota Vios Club Indonesia Ingin Makin Besar dan Solid

13 Tahun, Toyota Vios Club Indonesia Ingin Makin Besar dan Solid

Otomotif | Sabtu, 09 September 2017 | 17:01 WIB

Toyota C-HR Hy-Power Concept Bakal Mejeng di Frankfurt

Toyota C-HR Hy-Power Concept Bakal Mejeng di Frankfurt

Otomotif | Sabtu, 02 September 2017 | 16:54 WIB

Demi Tes Sienta Spesial Ini, Toyota Impor Bensin

Demi Tes Sienta Spesial Ini, Toyota Impor Bensin

Otomotif | Jum'at, 01 September 2017 | 12:09 WIB

Toyota Indonesia Fokus Rakit Mobil Rendah Emisi Setelah 2020

Toyota Indonesia Fokus Rakit Mobil Rendah Emisi Setelah 2020

Otomotif | Kamis, 31 Agustus 2017 | 15:15 WIB

Seperti di Vietnam, Yaris dan Vios di Indonesia Ditarik Toyota

Seperti di Vietnam, Yaris dan Vios di Indonesia Ditarik Toyota

Otomotif | Kamis, 31 Agustus 2017 | 13:19 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×