Toyota Memilih untuk Tak Tergantung pada Mobil Listrik

Dythia Novianty, Insan Akbar Krisnamusi

Rabu, 20 September 2017 | 10:13 WIB
Toyota Memilih untuk Tak Tergantung pada Mobil Listrik
Ilustrasi logo Toyota. (Shutterstock)

Suara.com - Di saat banyak pabrikan habis-habisan ingin mengonversi model-model mesin konvensional mereka menjadi bertenaga listrik, Toyota memilih untuk tak bergantung pada mobil listrik saja. Toyota ingin bersiap-siap menghadapi kondisi pasar global yang masih cukup beragam dengan banyak pilihan teknologi.

Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan produksi dan pemasaran berbagai macam teknologi kendaraan, walaupun regulasi emisi gas buang makin ketat di berbagai belahan dunia, khususnya di negara-negara maju.

"Mobil listrik memang menjadi fokus kami saat ini, tapi konsumen dan pasar lah yang pada akhirnya menentukan teknologi mana yang akan sukses," ucapnya di Tokyo, Jepang, pada Selasa (19/9/2017) waktu setempat seperti dikutip dari Reuters.

Toyota, menurut dia, tidak ingin kelak cuma bergantung pada mobil listrik saja. "Kami akan terus melanjutkan fokus kami di teknologi hibrida, termasuk fuel cell (bahan bakar hidrogen), plug-in hybrid, dan mobil listrik--walaupun kami sedikit terlambat masuk ke situ," ujarnya.

Banyak negara saat ini memang mematok target tinggi untuk menekan, bahkan menghilangkan emisi gas buang kendaraan dan sangat mendorong penjualan mobil listrik. Inggris, Prancis sudah menegaskan bahwa pada 2040 keduanya melarang penjualan mobil bermesin konvensional, sedangkan India malah ingin melakukannya pada 2030.

Skotlandia juga telah menegaskan pelarangan mobil bermesin bensin, diesel pada 2032 mendatang. Pasar mobil listrik terbesar dunia, Cina, di sisi lain, sedang mengkaji kapan kelak mengambil langkah sama.

Namun, masih ada pasar-pasar paling potensial sejagad yang belum sampai di level itu, baik dalam aspek kebijakan, ketegasan, maupun kesiapan infrastruktur. Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif paling menarik di dunia yang termasuk di dalamnya.

Indonesia sendiri saat ini masih berstandar emisi gas buang EURO 2 untuk mobil, dan baru tahun depan menerapkan EURO 4 bagi mobil bermesin bensin saja. Pemerintah negara ini pun masih menyusun regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang mengatur insentif pajak bagi mobil rendah emisi, dengan fokus utama pada teknologi hibrida terlebih dahulu karena dianggap tak membutuhkan infrastruktur yang jauh berbeda dengan mobil konvensional.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Toyota dan Honda Masih Dominasi 10 Mobil Terlaris Sepanjang 2017

Toyota dan Honda Masih Dominasi 10 Mobil Terlaris Sepanjang 2017

Otomotif | Selasa, 19 September 2017 | 16:08 WIB

Mitsubishi Segera Beberkan Prototipe Mobil Listrik

Mitsubishi Segera Beberkan Prototipe Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 15 September 2017 | 10:06 WIB

Tampilan Baru Toyota Land Cruiser Prado 2018 Hadir di Frankfurt

Tampilan Baru Toyota Land Cruiser Prado 2018 Hadir di Frankfurt

Otomotif | Rabu, 13 September 2017 | 14:46 WIB

Mau Beli Avanza Bekas Lebih Murah? Ini Prediksi Momen Terbaiknya

Mau Beli Avanza Bekas Lebih Murah? Ini Prediksi Momen Terbaiknya

Otomotif | Rabu, 13 September 2017 | 07:53 WIB

Makin Banyak Pesaing, Toyota Avanza Seken Masih Paling Dicari

Makin Banyak Pesaing, Toyota Avanza Seken Masih Paling Dicari

Otomotif | Selasa, 12 September 2017 | 19:13 WIB

VW Bakal Rilis 80 Mobil Listrik Hingga 2025, Siapkan Dana Rp316 T

VW Bakal Rilis 80 Mobil Listrik Hingga 2025, Siapkan Dana Rp316 T

Otomotif | Selasa, 12 September 2017 | 12:56 WIB

Terkini

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:00 WIB

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bidik Hattrick, Persija Dapat Peringatan Keras Shin Tae-yong Jelang Hadapi Java United

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:58 WIB

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

Prabowo ke Pakar: Saking Pintarnya Bisa Jadi Goblok!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:52 WIB

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 07:51 WIB

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 07:50 WIB

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

×