Aditif Bahan Bakar Organik Ini Karya Anak Bangsa

Dythia Novianty

Jum'at, 19 Januari 2018 | 06:54 WIB
Aditif Bahan Bakar Organik Ini Karya Anak Bangsa
Watu Group perkenalkan SALVIS Fuel Additive. [Watu Group]

Suara.com - Indonesia saat ini berada di peringkat 4 sebagai penyumbang emisi karbon di dunia, di bawah Cina, AS, Rusia dan India. Sektor penyumbang karbon tertinggi adalah dari asap kendaraan dan industri. Dilatarbelakangi hal tersebut, WATU GROUP melakukan riset dan menciptakan produk yang dibutuhkan oleh pengguna kendaraan. Berfungsi selain untuk merawat mesin juga sangat ramah lingkungan.

WATU GROUP, melalui anak perusahaannya PT. WATU SINERGI INTERNASIONAL, memperkenalkan produknya yang terbaru di kategori otomotif, SALVIS Fuel Additive. Aditif bahan bakar ini diklaim terbuat dari 100 persen bahan organik untuk dicampurkan ke dalam bahan bakar kendaraan.

Penggunaannya sangat mudah, yaitu dengan menuangkannya ke dalam tangki bahan bakar kendaraan dengan takaran 1 ml untuk setiap 1 liter bahan bakar baik bensin maupun solar. Dalam waktu singkat, SALVIS Fuel Additive langsung memproses bahan bakar menjadi molekul lebih kecil dan menghasilkan pembakaran lebih sempurna.

Efek dari penggunaannya dapat membuat mesin menjadi lebih awet, lebih bertenaga, lebih dingin dan lebih irit BBM. Juga menurunkan emisi CO2 atau karbon, yang sudah diuji di LEMIGAS dan SUCOFINDO.

“SALVIS Fuel Additive merupakan produk yang diciptakan untuk membuat udara lebih bersih dan mengurangi polusi udara dari emisi kendaraan. Sedangkan BBM lebih irit, mesin lebih bertenaga, merawat ruang bakar mesin adalah sebagai bonus tambahan yang dapat dinikmati oleh penggunanya” ujar Jaka Kristandi, Product Manager Watu Group dalam keterangan resminya.

Sebagai strategi awal, Salvis Fuel Additive diuji pada kalangan komunitas mobil.

“Kami mendukung kegiatan-kegiatan komunitas otomotif yang bersifat sosial, kekeluargaan, dan yang pasti go green yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan mereka,” kata Jaka.

Menurutnya, di tahun ini perusahaan berencana merilis oli mesin SALVIS untuk kendaraan jenis diesel maupun bensin dan dapat digunakan oleh semua jenis dan merk kendaraan. Dirancang khusus untuk kendaraan yang berjalan di iklim tropis, yang mampu mengurangi friksi atau memperkecil koefisien gesekan di mesin yang berdampak pada mesin lebih halus dan awet.

Produk Salvis fuel Additive dapat ditemukan di forum komunitas di atas serta toko-toko online terkemuka di Indonesia. Penasaran ingin mencoba?

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keren! Siswa Mesir Bikin Bahan Bakar dari Ban Mobil Bekas

Keren! Siswa Mesir Bikin Bahan Bakar dari Ban Mobil Bekas

Otomotif | Kamis, 31 Agustus 2017 | 10:22 WIB

Mahasiswa UI Ciptakan Bahan Bakar dari Limbah Batubara

Mahasiswa UI Ciptakan Bahan Bakar dari Limbah Batubara

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 02:05 WIB

HIPMI Minta Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati Dipermudah

HIPMI Minta Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati Dipermudah

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 10:14 WIB

Subsidi BBM Akan Dialihkan ke Bahan Bakar Nabati

Subsidi BBM Akan Dialihkan ke Bahan Bakar Nabati

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2015 | 01:26 WIB

BMW Revisi Angka Efisiensi Bahan Bakar Mini Cooper

BMW Revisi Angka Efisiensi Bahan Bakar Mini Cooper

Otomotif | Kamis, 23 Oktober 2014 | 13:37 WIB

BPH Migas Kritik Pertamina soal Sistem Kitir di Beberapa SPBU

BPH Migas Kritik Pertamina soal Sistem Kitir di Beberapa SPBU

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2014 | 01:32 WIB

Kehabisan Stok, Sejumlah SPBU Karawang Tutup

Kehabisan Stok, Sejumlah SPBU Karawang Tutup

News | Senin, 25 Agustus 2014 | 22:39 WIB

Terkini

Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar

Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:20 WIB

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 18:08 WIB

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 18:00 WIB

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

×