Naik Motor Kepanasan? Kini Ada Pendingin Helm

Dythia Novianty

Senin, 05 Februari 2018 | 11:35 WIB
Naik Motor Kepanasan? Kini Ada Pendingin Helm
Ilustrasi pengendara motor dengan helmnya. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu kendala mengendarai sepeda motor adalah saat cuaca panas. Tingginya suhu akhir-akhir ini membuat pengendara bisa kesulitan berkonsentrasi saat berada di jalan.

Saat tiba di tempat tujuan pun, seperti keluar dari kamar mandi. Kini masalah tersebut bisa teratasi.

Perusahaan India BluArmor, anak perusahaan dari AptEner Mechatronics, akan meluncurkan sistem pendingin helm BluSnap. Perangkat yang dioperasikan dengan baterai yang mengalirkan udara sejuk ke helm Anda.

Meski tampilannya akan lebih besar dan berbeda dari sifat aerodinamis helm pada umumnya, tapi kepala yang dingin akan lebih baik saat mengedarai kuda besi Anda.

Sistem BluSnap akan dibanderol sekitar 25 dolar AS atau sekitar Rp337 ribuan dan terdiri dari reservoir air, kipas angin listrik, radiator kecil dan saringan udara. Idenya adalah menggunakan efek penguapan air pada radiator untuk meniup wajah dengan udara dingin, mirip dengan apa yang terjadi saat tubuh berkeringat.

Sebagai informasi, penguapan air merupakan reaksi endoterm, yang berarti proses ini menyerap panas saat terjadi. Oleh karena itu, kita berkeringat saat panas untuk mendinginkan tubuh.

Hal yang sama terjadi di dalam BluSnap namun dengan kipas tambahan, menyalurkan udara dingin ke helm Anda. Produser memperkirakan Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan suhu antara 6 sampai 15 derajat celcius.

Tentu saja, itu tergantung pada seberapa banyak kelembaban di udara di sekitar Anda, yang secara alami akan mempengaruhi penguapan secara negatif dalam iklim dengan kelembaban tinggi.

Pengujian yang dilakukan pada musim panas lalu di berbagai lokasi di India menunjukkan bahwa di Bangalore, BluSnap mampu memberikan aliran udara
saat kondisi luar 41 derajat celcius. Tampaknya dalam kondisi seperti itu, perangkat akan meniup udara di helm Anda pada suhu 31,1 derajat C, bukan 25,2 C.

baca juga

Belum ada data tentang berat perangkat, namun seharusnya cukup ringan karena terlihat hanya menggunakan tali mirip goggle untuk tetap terpasang pada helm. Filter tersebut dikatakan memiliki sifat antibakteri, sedangkan baterai diperkirakan bertahan hingga 10 jam tergantung kondisi.

Mengisi tangki air disarankan sebelum naik masing-masing dan harus bertahan selama 2 jam.

Perangkat itu sendiri hanya tersedia warna hitam tapi ada beberapa tali pengikat yang berbeda yang bisa dipilih, dan keseluruhan alat yang sudah tersedia untuk preorder dan pengiriman diharapkan mulai 15 Maret tahun ini. [Autoevolution]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Makna Desain Helm Spesial Rossi di MotoGP Italia

Ini Makna Desain Helm Spesial Rossi di MotoGP Italia

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 20:13 WIB

Mahasiswa Lampung Ciptakan Sistem Canggih Helm Anti-Maling

Mahasiswa Lampung Ciptakan Sistem Canggih Helm Anti-Maling

Otomotif | Kamis, 23 Maret 2017 | 04:34 WIB

Dengan Helm Cerdas Ini Anda Tak Butuh Kaca Spion

Dengan Helm Cerdas Ini Anda Tak Butuh Kaca Spion

Otomotif | Minggu, 19 Maret 2017 | 19:27 WIB

Helm Ini Bisa Panggil Ambulan Meski Pengendara Pingsan

Helm Ini Bisa Panggil Ambulan Meski Pengendara Pingsan

Otomotif | Minggu, 12 Juni 2016 | 14:07 WIB

Terkini

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:48 WIB

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:30 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:25 WIB

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:15 WIB

Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?

Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:50 WIB

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:42 WIB

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:35 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:13 WIB

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:57 WIB