Dianggap Kemahalan, Honda Bilang Ada Harga Ada Barang

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Dianggap Kemahalan, Honda Bilang Ada Harga Ada Barang
Ilustrasi produk Honda [Shutterstock].

Produk otomotif yang dijual selaras mutu dan harga senada dengan tipe serupa di luar negeri.

Suara.com - Kehadiran brand otomotif asal Cina membuat persaingan industri otomotif Tanah Air semakin ketat. Bagaimana tidak, strategi harga murah yang dilancarkan rupanya sukses mendapat respon positif dari konsumen.

Namun hal ini sepertinya memberi dampak yang kurang baik bagi pabrikan asal Jepang yang ada di Indonesia. Di mana ada anggapan bila harga yang ditawarkan selama ini terlalu mahal.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor menanggapinya dengan santai. Menurutnya, harga mobil Jepang yang lebih tinggi bukan karena disengaja.

"Ada harga ada barang, jadi segmen konsumen berbeda. Ini tidak terjadi di mobil saja, penjualan motor juga pernah seperti itu bukan, jadi konsumen lebih cerdaslah," ujar Jonfis Fandy, di Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Jonfis Fandy mengatakan, harga ini sudah disesuaikan dengan berbagai faktor, salah satunya kualitas material sampai berbagai fitur yang disediakan.

"Sama, di Eropa harganya seperti itu, masa kita (pabrikan di Indonesia) mau complain overpriced. Bila ada mobil lain, yang membuat harganya lebih murah, pasti ada sesuatu," terangnya.

Saat ini industri otomotif Tanah Air kedatangan dua pemain baru asal Negeri Tirai Bambu, yaitu Wuling dan DFSK. Wuling contohnya, perusahaan berlogo lima berlian ini melansir Confero tipe terendah di harga Rp 128,8 juta, atau berselisih cukup jauh dengan kompetitor yang mulai dari harga Rp 150 jutaan.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS