Tentang DP Nol Persen, Masuk Sasaran buat Motrik

RR Ukirsari Manggalani
Tentang DP Nol Persen, Masuk Sasaran buat Motrik
Presiden Joko Widodo mengenakan helm menjajal motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits' seusai melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terkait produksi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). Audiensi tersebut membahas persiapan produksi massal sepeda motor listrik Gesits. [ANTARA FOTO/Wahyu Putro A].

Bila motor listrik dipasarkan seharga motor bensin, kebijakan uang muka bakal membantu.

Suara.com - Menyimak kendaraan motor listrik alias motrik mulai dicoba bahkan digunakan di beberapa kawasan Ibu Kota Jakarta rasanya seru. Sinyal bahwa animo masyarakat untuk tunggangan dengan bahan bakar non-fossil atau minyak Bumi makin besar sekaligus serius.

Dikutip dari kantor berita Antara, pada 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan regulasi untuk mengendurkan aturan uang muka menjadi nol persen dalam pembelian kendaraan bermotor. Syaratnya, kredit bermasalah atau non-performing loan-NPF di perusahaan pembiayaan maksimal satu persen.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong perekonomian nasional dengan meningkatkan penjualan kendaraan bermotor. Topik tentang down payment atau DP Nol Persen pun mengemuka.

Bila kebijakan DP Nol Persen diberikan kepada kepemilikan motrik alias kendaraan motor bertenaga listrik, pertumbuhan atau perkembangannya bakal pesat.

"OJK jangan hanya melihat dari sisi finansialnya, namun dampak lain dari tingginya jumlah alat transportasi yang ada di jalan raya. Apalagi ini juga harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur," demikian saran Syafii, pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, seperti dikutip dari Antara beberapa waktu lalu (16/1/2019).

Beberapa line-up motrik Indonesia yang telah siap antara lain adalah Gesits , singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS. Sebuah motrik dalam negeri yang siap meluncur ke pasar pada 2019.

"Sudah 5.000 unit pemesanan sejak pertama kami perkenalkan di ITS Surabaya pada 2016," papar Harun Sjech, CEO PT Gesits Technologies Indo di Jakarta pada Agustus 2018.

Dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun dan masih bisa ditingkatkan menjadi 100 ribu unit setahun, Gesits, hasil kolaborasi PT Gesits Technologies Indo (GTI) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini bakal meraih perhatian pasar, apalagi dengan desain zaman now.

Untuk menempuh jarak 70 km, Gesits hanya perlu pengisian baterai selama tiga jam.

Motrik ini bakal dipasarkan dengan label di bawah Rp 20 juta atau setara harga sepeda motor kelas menengah bermesin bensin di Tanah Air. Bila dikenakan DP Nol Persen, tentu bakal semakin mengisi ceruk pasar.

Saat mencoba Gesits di Istana Merdeka tahun silam (7/11/2018) Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa, "Brand dan prinsipal Indonesia bisa mendahului, pertama di pasaran (untuk penjualan sepeda motor listrik). Ini sangat bagus. Tadi saya sudah diberi tahu harganya kompetitif."

Selain Gesits juga ada VIAR Indonesia, yang kabarnya menjual produk motriknya di bawah angka Rp 15 juta.

Semoga DP Nol Persen bagi motor-motor berenergi alternatif bisa segera direalisasikan.  Selain ramah lingkungan, tak menghasilkan polutan di udara, hemat energi bensin, turut menjaga Bumi pula.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS