Otomotif Masa Depan: Mobil Swakemudi Malahan Bikin Macet ?

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 06 Februari 2019 | 07:30 WIB
Otomotif Masa Depan: Mobil Swakemudi Malahan Bikin Macet ?
Mobil swakemudi [Shutterstock].

Suara.com - Teknologi tak ubahnya dua sisi sebuah uang logam. Pertama, digunakan untuk dipetik manfaatnya. Kedua, sejauh mana aplikasinya mesti diterapkan atau dibatasi agar tidak memunculkan masalah baru.  Pengertian ini selaras hasil penelitian Adam Millard-Ball, profesor studi lingkungan di University of California, Santa Cruz, Amerika Serikat. Dikutip dari The Week, ia mengupas soal kendaraan swakemudi dalam relasinya dengan kemacetan di jalan raya.

Hasilnya cukup mengejutkan, bahwa mobil swakemudi alias kendaraan otonom ini berpotensi menyebabkan kemacetan parah, bila terus-menerus dijalankan dari satu lokasi ke lokasi lain demi menghindari tarif parkir! Pasalnya, biaya untuk parkir bisa ditekan, dengan "taktik" membiarkan tunggangan tanpa driver ini terus bergerak.

Dikutip The Week dari situs berita teknologi Digital Trends, tunggangan berupa mobil swakemudi "bisa terus meluncur setelah penumpangnya turun", sementara saat dibutuhkan lagi, cukup dipanggil lewat aplikasi smartphone.

Dengan memadukan teori permainan atau studi tentang pengambilan keputusan yang bisa memengaruhi orang lain, serta model simulasi lalu-lintas kompleks, Adam Millard-Ball menyatakan hanya dibutuhkan dua ribu mobil swakemudi untuk memperlambat lalu-lintas San Francisco hingga mencapai kecepatan rata-rata kurang dari tiga kilometer per jam, demikian MIT Technology Review menuliskan salah satu temuan sang profesor tentang perlambatan lalu-lintas akibat mobil swakemudi.

Sementara di sisi lain, Adam Millard-Ball menambahkan bahwa biaya parkir yang tinggi telah mendorong pengguna mobil untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan angkutan umum. Dengan hadirnya kendaraan swakemudi, kebiasaan menggunakan mobil akan kembali lagi. Dengan catatan, seperti dikemukakan Adam Millard-Ball, "Bila memperhitungkan listrik, biaya perawatan sampai jelajah, lebih murah terus mengoperasikannya daripada diparkir."

Solusi yang diberikannya adalah: kota-kota yang warganya menggunakan kendaraan swakemudi hendaknya menggodok peraturan tentang biaya kemacetan, serta kewajiban memarkir kendaraan swakemudi setelah digunakan.

Biaya kemacetan  tadi,  bisa didasarkan pada lamanya waktu mobil swakemudi berada di ruas jalan raya, dalam kondisi parkir atau bergerak, serta biaya jarak tempuh saat melaju tanpa penumpang.

Bila hal ini tak dilakukan, Adam Millard-Ball menyatakan kekhawatirannya: alih-alih teknologi otomotif mutakhir, yang ada malah mimpi buruk akibat terjadi kemacetan total.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Volkswagen dan Ford Perbincangkan Kendaraan Otonom

Volkswagen dan Ford Perbincangkan Kendaraan Otonom

Otomotif | Kamis, 01 November 2018 | 11:45 WIB

Volvo Tanamkan Sistem Kecerdasan Buatan untuk Mobil Otonom

Volvo Tanamkan Sistem Kecerdasan Buatan untuk Mobil Otonom

Otomotif | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 11:15 WIB

Temuan Hyundai : Game 3D Diadopsi untuk Kendaraan Otonom

Temuan Hyundai : Game 3D Diadopsi untuk Kendaraan Otonom

Otomotif | Senin, 17 September 2018 | 11:15 WIB

Terkini

5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax

5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:00 WIB

100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK

100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:13 WIB

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:03 WIB

Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta

Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan

Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:23 WIB

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:10 WIB

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:27 WIB

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:21 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

×