Imbauan Menperin Tentang Plastik Daur Ulang di Sektor Otomotif

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 11 Februari 2019 | 11:00 WIB
Imbauan Menperin Tentang Plastik Daur Ulang di Sektor Otomotif
Dashboard New Honda Brio RS, sebagai ilustrasi komponen berbahan plastik R4 [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi].

Suara.com - Dalam seminar nasional bertajuk "Kesiapan Sumber Daya Manusia Industri Manufaktur Menghadapi Revolusi Industri 4.0"  yang berlangsung di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas di Cikarang, Jawa Barat (7/2/2019) Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang untuk sektor otomotif.

Dikutip dari kantor berita Antara, langkah untuk mendorong adanya industri daur ulang di sektor otomotif adalah sebuah usaha demi mendongkrak daya saing ekspor manufaktur nasional.

"Saat ini, sebanyak 73 persen ekspor Indonesia ditopang oleh industri manufaktur dan sektor otomotif menjadi salah satu andalannya," demikian papar Menperin dalam keterangannya di Jakarta.

Dengan hadirnya konsep industri daur ulang di sektor otomotif, hasilnya akan memberikan kontribusi terhadap penerapan ekonomi berkelanjutan atau circular economy yang menjadi bagian dari industri 4.0 road map industri Tanah Air.

Pada periode Januari - September 2018, jumlah ekspor kendaraan roda empat (R4) dalam bentuk utuh atau Completely Built-Up (CBU) mencapai 187.752 unit. Perolehan ini naik 10,4 persen dibandingkan periode sama pada 2017.

Sementara ekspor kendaraan roda dua (R2) atau sepeda motor pada 2018 mencapai 575 ribu unit, atau naik sampai 46,3 persen.

Baik ekspor R2 dan R4 ini diperkirakan bakal terus naik jumlahnya, seiring penerapan kebijakan fiskal, salah satunya harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Dengan wacana tadi, Menperin mengajak para pelaku industri otomotif nasional agar terus meningkatkan daya saingnya, dengan bersinergi mengusung ekonomi berkelanjutan melalui daur ulang.

Contoh konkretnya adalah daur ulang plastik. Apalagi mengingat berbagai komponen pada produk R2 dan R4 menggunakan material ini untuk diaplikasikan pada berbagai bagian dari produknya, seperti bemper, fender, dan dasbor.

baca juga

"Plastik bukan sampah, dari segi biaya adalah bahan baku yang relatif lebih kompetitif dibanding yang lain, serta menyerap emisi lebih rendah," tandas Airlangga Hartarto.

Tambahan lagi, bila industri otomotif menggunakan virgin plastic, maka biaya produksi akan lebih mahal. Belum lagi bila kualitasnya adalah impor, yang membuat kebutuhan devisa menjadi lebih tinggi, karena saat ini Indonesia baru mampu memproduksi satu juta ton virgin plastic, sementara kebutuhannya mencapai lima juta ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Putri Guru Otomotif, Tercipta Lampu Hemat Listrik

Dari Putri Guru Otomotif, Tercipta Lampu Hemat Listrik

Otomotif | Sabtu, 02 Februari 2019 | 11:20 WIB

Polisi Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Generasi Milenial

Polisi Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Generasi Milenial

Otomotif | Rabu, 30 Januari 2019 | 18:00 WIB

Kabar Baik: Ekspor Otomotif Bakal Makin Mudah

Kabar Baik: Ekspor Otomotif Bakal Makin Mudah

Otomotif | Jum'at, 25 Januari 2019 | 10:25 WIB

Terkini

Rampung Disusun Pemerintah, Ini Batasan Kewarganegaraan Ganda Terbatas yang Segera Dibahas DPR

Rampung Disusun Pemerintah, Ini Batasan Kewarganegaraan Ganda Terbatas yang Segera Dibahas DPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

×