GOJEK Luncurkan Fitur Keamanan untuk Gerakan Anti Kekerasan Seksual

RR Ukirsari Manggalani | Muslimin Trisyuliono
GOJEK Luncurkan Fitur Keamanan untuk Gerakan Anti Kekerasan Seksual
Ilustrasi taksi online [Shutterstock].

Fitur baru taksol dan ojol GOJEK sebagai bagian anti kekerasan seksual, cukup pencet tombol.

Suara.com - Sebagai konsumen, pelanggan, atau pengguna jasa ojek online alias ojol maupun taksi online atau taksol, unsur keselamatan adalah hal paling penting yang diinginkan. Cara mengemudi driver, sikap santun, dan aman di jalan akan menenangkan hati. Akan tetapi, seiring perkembangan kondisi sekaligus sebagai langkah pengamanan, perusahaan GOJEK meluncurkan dua fitur keamanan baru. Paling keren, terlebih bagi kaum perempuan, inilah fitur keamanan untuk gerakan anti kekerasan seksual.

Fitur keamanan ini dimasukkan GOJEK ke dalam platform bagi para pengguna aplikasi, sehingga konsumen bisa berbagi informasi mengenai lokasi penjemputan, status perjalanan, estimasi waktu tempuh dan jalur yang dilalui driver kepada keluarga atau orang-orang terdekatnya.

Radityo Wibowo, Global Head of Transport GOJEK menyebutkan cara kerja fitur keamanan ini sederhana: cukup dengan memencet tombol berbagi perjalanan, dan secara otomatis bisa dibagikan melalui berbagai aplikasi chatting.

Tombol darurat itu sendiri bisa digunakan untuk melaporkan situasi darurat selama di perjalanan. Dan pengguna terhubung langsung dengan operator GOJEK untuk menangani pelaporan.

Peluncuran fitur kemanan terbaru GOJEK di Pasaraya Blok M, Jumat (15/3/2019) [Suara.com/Muslimin Trisyuliono].
Peluncuran fitur keamanan terbaru GOJEK di Pasaraya Blok M, Jumat (15/3/2019) [Suara.com/Muslimin Trisyuliono].

"Inovasi tepat guna ini diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan pelanggan. Salah satunya dengan mengembangkan fitur keamanan," papar Radityo Wibowo di Kantor GOJEK, Pasaraya Blok M, Jumat (15/3/2019).

Ia menambahkan, gerakan ini dinamakan #UninstallKhawatir untuk meningkatkan keamanan para pengguna jasa ojol dan taksol GOJEK.

Sementara Nila Marita, Chief Corporate Affairs GOJEK yang menggandeng Hollaback Jakarta--gerakan untuk mengatasi kekerasan di ruang publik--memaparkan pihaknya akan melakukan program edukasi para mitra driver, baik ojol maupun taksol, atau kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) empat untuk mengurangi tindak kejahatan, salah satunya kekerasan seksual.

"Sebagai super app, kami terus berinovasi. Tidak hanya pengembangan teknologi, namun upaya mitigasi risiko melalui program edukasi kepada para mitra driver kami," kata Nila Marita.

Untuk kedua fitur ini, para pengguna silakan simak di aplikasi GOJEK. Namun untuk layanan tombol darurat, baru bisa digunakan untuk layanan Go-Car di wilayah Jabodetabek.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS