Fitur Rem CBS di Motor Matic Honda Disebut Bahaya, Ada Apa?

Angga Roni Priambodo, Praba Mustika

Kamis, 28 Maret 2019 | 19:59 WIB
Fitur Rem CBS di Motor Matic Honda Disebut Bahaya, Ada Apa?
Sepeda motor Honda Beat. (Honda Astra)

Suara.com - Fitur yang jadi nilai jual di sepeda motor matic Honda salah satunya adalah fitur rem Combi Brake System (CBS), yang diklaim bisa memberikan pengereman yang optimal. Namun, jika tidak digunakan secara tepat, fitur rem CBS disebut berbahaya, kenapa?

Melansir dari Honda Cengkareng, teknologi Combi Brake System (CBS) adalah sistem pengereman yang menggabungkan antara rem depan dan rem belakang. Dengan teknologi ini pemotor cukup menekan tuas rem tangan sebelah kiri (rem belakang), untuk mengaktifkan rem cakram depan.

Tapi, beberapa warganet yang juga memiliki sepeda motor matic Honda, menyebut fitr rem CBS berbahaya, jika tidak digunakan secara tepat, kenapa?

Pembahasan mengenai fitur rem CBS di sepeda motor matic Honda, bermula dari unggahan akun Facebook Gunung Lawu 3265 MDPL, yang melaporkan adanya kecelakaan yang menimpa seorang pemotor yang menggunakan sepeda motor Honda Vario, yang telah dilengkapi dengan fitur rem CBS.

Pemotor Honda Vario yang Alami Kecelakaan di Jalur Candi Sukuh. (Facebook/Gunung Lawu 3265 MDPL)
Pemotor Honda Vario yang Alami Kecelakaan di Jalur Candi Sukuh. (Facebook/Gunung Lawu 3265 MDPL)

Kemudian, warganet bernama Prihbadi Wahyu pun membagikan lagi informasi tersebut dengan caption ''Sebegitu bahayanya motor matic buat di pegunungan, mbah? atau tergantung pengendaranya?''

Sebagai tambahan informasi, kondisi jalan yang dilewati oleh pemotor yang alami laka lantas tersebut memang cukup curam.

Rem blong, memang jadi salah satu faktor penyebab kecelakaan yang cukup sering terjadi di daerah pegunungan, dengan kondisi jalan naik dan turun yang curam.

Hal ini terjadi karena pemotor menekan rem terus menerus saat melintasi turunan yang curam. Padahal, hal tersebut sangat tidak direkomendasikan, karena piringan cakram yang ditekan terus menerus akan menjadi panas dan meningkatkan risiko terjadinya rem blong.

Makannya, saat melewati turunan yang curam, pemotor disarankan untuk melakukan teknik pengereman dengan rem depan dan rem belakang secara bergantian, guna menghindari overheat pada piringan cakram.

baca juga

Mengambil contoh kasus di atas, tak sedikit warganet yang menyebut fitur rem CBS berbahaya, karena saat menekan tuas rem kiri (rem belakang) secara otomatis rem depan pun ikut aktif melakukan pengereman. Sehingga teknik melakukan pengereman secara bergantian (rem depan dan rem belakang) jadi sulit dilakukan.

''Yang sering gini biasanya yang tipe CBS, mau gantian depan belakang gimana caranya,'' kata Irfan Adhi Gunadermawan.

Untuk itu, disarankan pemotor yang menggunakan motor matic Honda dengan fitur CBS, perlu menyesuaikan kembali teknik pengeremannya, terutama ketika melewati turunan yang curam. Lantas, bagaimanakah caranya?

Beberapa warganet yang terbiasa melewati jalur pegunungan dengan kondisi tanjakan dan turunan curam, menyarankan untuk melakukan engine brake dengan cara membuka gas secara berkala.

''Untuk mencegah (rem blong) supaya tetap ada engine brake, jangan los gas full, tetap sisakan sedikit tarikan gas, maka motor akan seperti ditahan oleh mesin, gunakan rem dengan lepas tahan lepas tahan, insyaallah aman, kebetulan saya sering lewat jalan itu,'' ujar Rangga VW.

Sementara Agus Saputro juga menyarankan untuk membuka gas secara berkala saat melewati turunan curam dengan sepeda motor matic ''Matic kalo RPM terlalu rendah dan kopling gandanya nutup jadi ga ada engine brake mbah. Usahakan kalo kondisi tidak ada engine brake seperti itu buka kampas gandanya dengan cara digas biar kampas gandanya ngunci ke mangkok ganda dan terjadi engine brake.''

Produsen sepeda motor, tentunya ingin menciptakan produk dengan fitur keamanan yang baik. Seperti Honda yang membawa fitur rem CBS di sepeda motor matic mereka. Tapi, memang pemotor perlu melakukan penyesuaian teknik pengereman, agar tidak berbahaya. Salah satu caranya adalah dengan sedikit membuka gas, supaya terjadinya engine brake, dan menarik tuas pengereman secara perlahan dan bergantian.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Presiden Jokowi, 3 Artis Ini Pernah Naiki Honda RC213V-S

Tak Hanya Presiden Jokowi, 3 Artis Ini Pernah Naiki Honda RC213V-S

Otomotif | Kamis, 28 Maret 2019 | 06:30 WIB

Kisah Pilu Ojol di Makassar, Pelanggan Arogan Cancel Orderan Rp 300 Ribu

Kisah Pilu Ojol di Makassar, Pelanggan Arogan Cancel Orderan Rp 300 Ribu

Otomotif | Kamis, 28 Maret 2019 | 06:05 WIB

Diguyur Cat Baru, Begini Tampilan Honda Vario Sekarang

Diguyur Cat Baru, Begini Tampilan Honda Vario Sekarang

Otomotif | Rabu, 27 Maret 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Video | Kamis, 24 September 2026 | 21:10 WIB

×