Yuk Ditebak: Mengapa Lampu Perempatan Pingit di Yogyakarta Super Lama?

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Senin, 01 April 2019 | 16:26 WIB
Yuk Ditebak: Mengapa Lampu Perempatan Pingit di Yogyakarta Super Lama?
Petunjuk arah di persimpangan Pingit [Mobimoto.com/Praba Mustika].

Suara.com - Sedang pelesir ke Yogyakarta dan berhenti di traffic light, lampu perempatan, atau disebut warga setempat sebagai "bangjo" (lampu abang ijo alias lampu merah hijau) daerah Pingit? Nah, bersiaplah buat sabar menanti.

Lamanya penantian ini sampai bisa digambarkan mirip penantian menunggu calon pacar bilang "ya" saat ditembak,  bahkan sampai bisa ditinggal terlebih dahulu untuk makan atau bahkan menjalankan ibadah umrah. Demikian komentar warganet via Twitter. Tak heran, bila bangjo Pingit ini sampai disebut-sebut sebagai bangjo legendaris.

Ruas Jalan Tentara Pelajar di Sisi Selatan Persimpangan Pingit [Mobimoto.com/Praba Mustika].
Ruas Jalan Tentara Pelajar di sisi Selatan persimpangan Pingit [Mobimoto.com/Praba Mustika].

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bangjo atau lampu lalu lintas tentu memiliki fungsi untuk mengendalikan arus lalu lintas. Seperti bangjo atau lampu lalu lintas di persimpangan Pingit yang menghubungkan empat ruas jalan, yaitu: Jalan Magelang di sisi Utara, Jalan Tentara Pelajar di sisi Selatan, Jalan Kyai Mojo di sisi Barat dan Jalan Diponegoro di sisi Timur.

Menurut Muhammad Zandaru Budi, selaku Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, durasi ini tak lepas dari volume kendaraan yang berada di tiap-tiap ruas di persimpangan Pingit. Selain itu, persimpangan Pingit juga merupakan akses masuk menuju Kota Jogja bagi masyarakat yang tinggal di Godean, hingga yang berasal dari luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Laman berikut adalah alasan, mengapa durasi lampu bangjo Pingit ini sampai sedemikian lamanya.

Ditemui Mobimoto.com, mitra Suara.com di Yogyakarta, Muhammad Zandaru Budi menyatakan, "Masalahnya, di Yogya ini volume kendaraannya banyak terus, sehingga seluruh simpang itu akhirnya harus mengantre lama. Mau dari (arah) barat, atau dari timur kan, sama semua kepadatannya. Sehingga sistem ini tidak efektif."

Sistem yang dimaksud olehnya adalah sistem APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di persimpangan Pingit yang masih menggunakan sistem sensor. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta tengah menyusun rancangan untuk mengganti sistem sensor dengan sistem Area Traffic Control System (ATCS).

"Mungkin tiga-empat bulan ke depan, (sistem sensor) akan kami ganti dengan ATCS," tukas Muhammad Zandaru Budi.

Sistem ATCS ini akan sangat membantu mengurai kemacetan di persimpangan Pingit. Nantinya, petugas yang memantau CCTV di control room, bisa menentukan ruas jalan mana, yang butuh lampu hijau lebih lama, bergantung pada kepadatan atau volume kendaraan.

APILL di Persimpangan Pingit yang Masih Menggunakan Sistem Sensor, Akan Segera Diganti dengan ATCS Untuk Membantu Mengurai Kepadatan Kendaraan [Mobimoto.com/Praba Mustika].
APILL di Persimpangan Pingit yang masih menggunakan sistem sensor, akan segera diganti dengan ATCS untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan [Mobimoto.com/Praba Mustika].

Sebetulnya, pada sistem APILL dengan menggunakan sensor juga punya cara kerja yang tidak jauh berbeda. Sensor akan melihat ruas jalan paling padat dan butuh segera diurai, dengan memberikan lampu hijau lebih lama. Namun, durasi lampu hijau yang dibolehkan oleh sensor hanyalah dua menit (120 detik).

Sejauh ini, memang tinggal bangjo Pingit lah yang masih menggunakan sistem sensor pada APILL, dan belum menggunakan ATCS.

Dengan sistem sensor yang membolehkan lampu hijau menyala selama 120 detik, dan jika seluruh empat sisi persimpangan Pingit sama-sama dipadati kendaraan, maka setiap ruas jalan harus menunggu lampu merah dengan durasi delapan menit (480 detik).

Tentunya, pembaruan lampu lalu-lintas dari sistem sensor menjadi sistem ATCS akan sangat dinantikan oleh warga masyarakat, khususnya, yang setiap hari harus mengantre di persimpangan Pingit, yang terkenal dengan durasi lampu merah terlama di Yogyakarta.

Mobimoto.com/Praba Mustika

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Akan Pidato di Hadapan Relawan, Lalin di Sentul Padat Merayap

Jokowi Akan Pidato di Hadapan Relawan, Lalin di Sentul Padat Merayap

News | Minggu, 24 Februari 2019 | 16:56 WIB

Aspal Ambles, Arus Lalu Lintas ke Jalan Raya Gubeng Dialihkan

Aspal Ambles, Arus Lalu Lintas ke Jalan Raya Gubeng Dialihkan

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 10:09 WIB

Ojol Demo di Depan DPR, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Ojol Demo di Depan DPR, Arus Lalu Lintas Dialihkan

News | Senin, 23 April 2018 | 10:44 WIB

Terkini

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:12 WIB

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:35 WIB

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:06 WIB

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Penjualan MG Indonesia Terjun Bebas, Tersingkir dari Persaingan Sepuluh Besar

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:58 WIB

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Adu Chery Q dengan 5 Mobil Listrik 200 Jutaan: Harga Masih Misterius, Spek Kompetitif?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10 WIB

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Chery Q di Indonesia

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:10 WIB

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

BYD M6 DM Resmi Diperkenalkan di Indonesia Tanpa Umumkan Harga

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:45 WIB

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Tragedi Luwu Tewaskan 3 Orang: Punya ABS dan Airbag, Kenapa Wuling Formo S Tetap Hancur Lawan Truk?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:42 WIB

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:38 WIB

3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q

3 Alasan Mengapa Wuling Air ev dan BYD Atto 1 Harus Waspada Terhadap Spesifikasi Chery Q

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:20 WIB