Kalah di Dalam Negeri, Yamaha Justru Rajai Ekspor

Rizki Nurmansyah | Manuel Jeghesta Nainggolan
Kalah di Dalam Negeri, Yamaha Justru Rajai Ekspor
Logo Yamaha. [Shutterstock]

Hasil ekspor Yamaha akan berkontribusi memperkuat nilai tukar rupiah.

Suara.com - Kendati belum berhasil menguasai pasar dalam negeri, Yamaha Indonesia tercatat masih unggul dalam urusan ekspor.

Pabrikan berlambang garpu tala ini mengklaim masih nomor satu dalam urusan pengiriman ke negara-negara tetangga.

"Kami masih nomor satu dan terus mengalami kenaikan signifikan," ujar Presiden Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Minoru Morimoto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Executive Vice President and COO PT YIMM, Dyonisius Beti menjelaskan, Yamaha melakukan ekspor sebanyak 350 ribu unit CBU dan jutaan dalam bentuk CKD pada tahun lalu.

"Jadi tahun lalu waktu Pak Jokowi ke pabrik, kita bukukan 350.000 ribu unit CBU dan jutaan CKD. Tahun ini akan target 430.000 unit," terang Dyon.

Dyon menambahkan, target ini untuk mendukung neraca perdagangan Indonesia sendiri. Dengan ini juga hasil ekspor Yamaha akan berkontribusi memperkuat nilai tukar rupiah.

"Ini membantu neraca perdagangan Indonesia jadi plus. Sekarang rupiah mulai kuat kembali," pungkas Dyon.

Di lain pihak, Honda sebagai kompetitor juga mulai memberikan sinyal peningkatan ekspor.

Hal itu terlihat dari angka ekspor motor buatan PT Astra Honda Motor (AHM) yang mencapai 58.654 unit pada triwulan pertama tahun 2019.

Angka ini tumbuh 83 persen dibandingkan dengan total pengiriman ekspor periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 32.089 unit.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS