Buka Puasa di Tengah Kemacetan? Perhatikan Kondisi Bekal di Kabin

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 07 Mei 2019 | 13:40 WIB
Buka Puasa di Tengah Kemacetan? Perhatikan Kondisi Bekal di Kabin
Minum dan makan di kabin kendaraan R4. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Beduk buka puasa Ramadan telah bergema dan Anda atau anggota keluarga masih berada di perjalanan atau belum mencapai lokasi tempat digelarnya buka puasa bersama?

Langkah yang dianjurkan, antara lain oleh Dr Prakash Pania, konsultan ahli endokrin di Aster Jubilee Medical Complex, Dubai, UAE, seperti dikutip dari Gulf News adalah menepikan tunggangan di lokasi aman serta meneguk air, dan bisa ditambah kudapan ringan.

Akan tetapi, minuman dan atau kudapan yang dipilih juga memiliki persyaratan dunia otomotif seperti uraian berikut ini.

Secara umum, seperti dikutip dari Geico, disebutkan bahwa sebaiknya tak menenggak minuman atau air mineral dalam botol yang telah ditinggalkan seharian di dalam kabin tunggangan roda empat (R4).

Ditambahkan bahwa di bawah paparan sinar matahari serta kondisi kabin saat tunggangan diparkir, terjadi kenaikan temperatur dalam kabin yang menyebabkan terjadinya proses kimia antara botol dengan isinya.

Sementara minuman yang disiapkan dalam wadah-wadah berbahan khusus pun perlu dicermati bila kondisi kabin adalah perpapar langsung di bawah sinar matahari.

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), atau badan pengawas keamanan jalan raya Amerika Serikat, temperatur dalam kendaraan R4 bisa naik sekitar 20 derajat Celcius, hanya dalam 10 menit saja. Sesudah itu, bisa terus membubung tinggi. Hal ini tak saja berbahaya bagi para penumpang, namun semua benda yang ada di kabin. Termasuk makanan dan minuman, sampai benda-benda berpotensi rawan terbakar, mulai pemantik api, hair spray, sampai sampah dalam kendaraan.

"Itulah sebabnya, setiap kali keluar dari kendaraan, jangan lupa kosongkan wadah sampah di kabin Anda," ujar Shelia Dunn, Direktur Komunikasi dari National Motorists Association.

Ilustrasi lelaki minum botol minuman dalam mobil (Shutterstock)
Menenggak air mineral di kabin [Shutterstock].

Bila yang disimpan adalah minuman kaleng bersoda, kabin bertemperatur tinggi membuat kaleng pepat oleh tekanan sebagai hasil pemanasan, sehingga bisa terjadi isinya menyembur keluar. Pada air mineral, terjadi proses kimia antara wadah dengan isinya, sementara pada makanan, jumlah bibit penyakit bisa menjadi dua kali lipat, dalam setiap 20 menit.

baca juga

Sehingga imbauan yang diberikan adalah: tidak meninggalkan calon hidangan buka puasa Anda di dalam kendaraan. Lebih baik membawanya ke lokasi bertemperatur ruangan dan baru dibawa masuk ke kabin kembali dalam perjalanan menuju lokasi buka puasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Titik Balap Liar di Jakarta yang Diincar Polisi Selama Bulan Puasa

Titik Balap Liar di Jakarta yang Diincar Polisi Selama Bulan Puasa

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 08:18 WIB

Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!

Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!

Otomotif | Sabtu, 04 Mei 2019 | 08:20 WIB

Begini Loh, Beda Bagasi Mobil Lajang atau Sudah Berkeluarga!

Begini Loh, Beda Bagasi Mobil Lajang atau Sudah Berkeluarga!

Otomotif | Rabu, 06 Maret 2019 | 11:30 WIB

Terkini

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:45 WIB

×