Nyetir Saat Mudik dan Ketemu Satwa Liar? Sebaiknya Tidak Diganggu

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Senin, 03 Juni 2019 | 11:00 WIB
Nyetir Saat Mudik dan Ketemu Satwa Liar? Sebaiknya Tidak Diganggu
Sebuah mobil tengah melintas jalur di Yellowstone National Park, Wyoming, Amerika Serikat. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Salah satu hal menarik saat mudik bermobil adalah bisa singgah di mana saja sesuai selera. Ingin spot-spot menarik tinggal menepikan tunggangan, termasuk saat bersua dengan penghuni hutan. Dalam Mudik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, kesempatan untuk berjumpa sejumlah satwa ini juga bisa terjadi di beberapa kawasan.

Seekor Kera hitam Sulawesi (Macaca tonkeana) berada di jalan pada jalur mudik poros Tawaeli-Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah]
Seekor Kera hitam Sulawesi (Macaca tonkeana) berada di jalan pada jalur mudik poros Tawaeli-Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah]

Sebut saja di Sumatera misalnya. Berdasarkan pengalaman Suara.com, saat berperjalanan darat dari Banda Aceh menuju Calang, di malam hari dijumpai kerbau dan sapi tidur di tengah ruas jalan raya. Penuturan penduduk setempat, "Karena aspal hangat, sehingga mereka suka di situ."

Contoh lain, adalah kawanan monyet kelabu di lintasan Kelok 44 menuju Danau Maninjau di Sumatera Barat. Mereka terkadang duduk di sepanjang pagar pengaman tepi jalanan bak manusia tengah menonton berbagai kendaraan yang melintas.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di kawasan Baun Pusuk menuju lokasi penyeberangan ke Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, juga terdapat monyet-monyet liar yang terbagi dalam beberapa kelompok.

Sementara di Sulawesi, rute menuju Cagar Alam Tangkoko Batuangus di Bitung, Sulawesi Utara, juga jalur mudik poros Tawaeli-Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah juga bisa ditemui hidupan liar kawanan monyet.  Berbulu hitam, spesiesnya adalah Macaca nigra di Sulawesi Utara, serta Macaca tonkeana di Sulawesi Tengah.

Bagaimana reaksi para mudikers saat melihat satwa-satwa hidupan liar ini? Mungkin saja sesuai kondisi zaman now, telepon cerdas akan keluar jendela lantas ada aktivitas memotret bahkan  berhenti sejenak untuk swafoto atau selfie!

Akan tetapi ... tunggu terlebih dahulu. Satwa ini bukanlah penghuni Taman Safari. Sesuai namanya, hidup mereka liar, tanpa didampingi mahout atau pun pengawas khusus satwa. Maka sebaiknya jangan coba-coba mengusiknya, termasuk melemparinya dengan makanan.

Penjabarannya secara sederhana, satwa ini adalah hidupan liar, biasa mendapatkan pakan dari alam, dan langkah pemberian membuat mereka kelak mengalami ketergantungan pada manusia, serta mengkonsumsi makanan yang bukan asli dari habitat sendiri.

Menurut Defensive Driving, Amerika Serikat, respons terbaik adalah tetap berada di jalur semula, sambil berusaha memperlambat laju kendaraan sesegera mungkin. Jika tersedia ruang lega di jalan raya, pindahlah ke sisi kanan, atau tepi luar jalan. Sederhananya, bergerak sedikit ke arah datangnya si satwa sembari memperlambat tunggangan, sehingga menciptakan ruang dan waktu bagi satwa untuk berjalan ke seberang.

Bagaimana bila menyetir di kawasan "padat" satwa pada malam hari?

Kunci pertama adalah mengemudikan tunggangan di bawah kecepatan 90 km per jam bila memasuki kawasan dengan rambu khusus "hati-hati perlintasan satwa", serta terus awas dengan kondisi jalan raya. Bila di kejauhan tampak sinar-sinar kecil, bukan tidak mungkin berasal dari mata satwa. Pengecualiannya adalah rusa, dengan mata tidak memantulkan cahaya.

"Waspadai bila menyetir pada saat menjelang senja dan fajar, karena kawanan rusa akan aktif pada saat-saat seperti ini, sementara jarak pandang Anda tengah berada dalam kondisi terbatas. Bila pengemudi melakukan pengereman karena melihat mereka berada di tengah jalan, reaksi rusa adalah bergeming, tanpa rasa naluri untuk melompat menjauhi kendaraan," demikian ujaran Defensive Driving.

Bila tabrakan dengan satwa berpostur besar tak terhindarkan, lindungi kepala agar terhindar dari kaca depan. Biasanya reaksi satwa adalah menerjang bagian moncong kendaraan atau menghancurkan atap mobil.

Dan kalaupun satwa terluka serta masih dalam kondisi hidup di tengah jalan, berhati-hatilah karena ia berada dalam kondisi ketakutan dan kesakitan. Mungkin membahayakan manusia pula bila didekati.  Sebaiknya segera lapor kepada polisi patroli terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Jarang Ganti Minyak Rem Bisa Bikin Mekanisme Macet!

Awas, Jarang Ganti Minyak Rem Bisa Bikin Mekanisme Macet!

Otomotif | Jum'at, 31 Mei 2019 | 17:00 WIB

Agar Nyaman Saat Mudik, Perhatikan Tekanan Angin pada Ban Mobil

Agar Nyaman Saat Mudik, Perhatikan Tekanan Angin pada Ban Mobil

Otomotif | Jum'at, 31 Mei 2019 | 15:05 WIB

Mudik Happy Itu Perwujudan dari ... Kamseltibcar Lantas

Mudik Happy Itu Perwujudan dari ... Kamseltibcar Lantas

Otomotif | Jum'at, 31 Mei 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Mei Berseri Bebas Rugi, DP Skutik Honda Kini Cuma Sejuta Plus Asuransi

Mei Berseri Bebas Rugi, DP Skutik Honda Kini Cuma Sejuta Plus Asuransi

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:17 WIB

China Setop Izin Mobil Tanpa Sopir Dampak Kekacauan Lalu Lintas

China Setop Izin Mobil Tanpa Sopir Dampak Kekacauan Lalu Lintas

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:16 WIB

Irit Kebangetan: Motor 'Pekerja Keras' Honda Ini Tembus 59 Km/L Mulai 18 Jutaan, Pas Buat Ojol

Irit Kebangetan: Motor 'Pekerja Keras' Honda Ini Tembus 59 Km/L Mulai 18 Jutaan, Pas Buat Ojol

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:05 WIB

Panduan Wajib Membeli Mobil Listrik Bekas, Pastikan Mendapat EV Impian Tanpa Menyesal

Panduan Wajib Membeli Mobil Listrik Bekas, Pastikan Mendapat EV Impian Tanpa Menyesal

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:40 WIB

Solar Tembus Rp27.900/Liter: Masih Worth It Kah Beli Innova Reborn Diesel?

Solar Tembus Rp27.900/Liter: Masih Worth It Kah Beli Innova Reborn Diesel?

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 05:50 WIB

NJKB BYD M6 PHEV Bocor, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

NJKB BYD M6 PHEV Bocor, Harga Mulai Rp 100 Jutaan

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 19:20 WIB

Rumor Honda Vario 160 Terbaru Segera Hadir dengan Varian Street dan RoadSync

Rumor Honda Vario 160 Terbaru Segera Hadir dengan Varian Street dan RoadSync

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 18:50 WIB

Dominasi Pebalap Belia Binaan AHM di Seri Pembuka Thailand Talent Cup 2026

Dominasi Pebalap Belia Binaan AHM di Seri Pembuka Thailand Talent Cup 2026

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 18:35 WIB

Terpopuler: Solar Non Subsidi Meroket Bikin Mobil Diesel Tak Dilirik, Motor Irit Kini Makin Menarik

Terpopuler: Solar Non Subsidi Meroket Bikin Mobil Diesel Tak Dilirik, Motor Irit Kini Makin Menarik

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan

Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 18:02 WIB