Shell Siap Ikuti Aturan Pemerintah Terkait Penggunaan B30

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 26 Juni 2019 | 18:00 WIB
Shell Siap Ikuti Aturan Pemerintah Terkait Penggunaan B30
Ilustrasi mesin mobil [Shutterstock].

Suara.com - Ratna Anggraini, Fuel Marketing Manager Shell Indonesia mengatakan pihaknya telah mendapatkan sosialisasi penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel.

Shell Eco Marathon Asia 2018.
Shell Eco Marathon Asia 2018, sebagai ilustrasi balap tanpa ketergantungan BBM  [Suara.com].

Bersama sosialisasi ini, Pemerintah mewajibkan penggunaan campuran biodiesel B30 pada kendaraan mesin diesel mulai 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi ketergantungan impor, juga menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan.

Menyikapi kebijakan Pemerintah, Ratna Anggraini mengaku Shell siap mengikuti aturan yang berlaku.

"Pemerintah sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemain migas. Jadi, memang kami sudah disosialisasikan. Pemerintah juga sudah melakukan bagiannya yaitu melakukan riset, bagaimana dengan pencampuran B30 tetap bisa mensupport mobility kendaraan yang ada," ujar Ratna Anggraini, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Jadi, tambah Ratna Anggraini, saat pemerintah nanti mengeluarkan peraturan atau spesifikasi khusus untuk bahan bakar B30, pihaknya akan mengikuti.

"Kami akan dukung, karena kami yakin kebijakan yang dilakukan merupakan kepentingan publik," terangnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, me-launching Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel.

Launching Road Test B30 ditandai dengan pelepasan keberangkatan tiga unit truk dan delapan unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu km.

"Road test B30 ini bukan uji jalan saja, akan tetapi mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar B30 performa termasuk akselerasi kendaraan tidak turun dan perawatannya tidak memakan biaya tambahan yang besar," jelas Ignasius Jonan, seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM.

baca juga

Ignasius Jonan menambahkan, pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30 persen atau B30 pada kendaraan ini mulai tahun depan, salah satunya dalam rangka mengurangi ketergantungan impor juga menyediakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Era Mobil Listrik, Shell Kurangi Pakai Fosil Secara Bertahap

Sambut Era Mobil Listrik, Shell Kurangi Pakai Fosil Secara Bertahap

Otomotif | Rabu, 26 Juni 2019 | 15:05 WIB

Soal BBM ... Ternyata Butuh Waktu 10 Tahun untuk Diproduksi

Soal BBM ... Ternyata Butuh Waktu 10 Tahun untuk Diproduksi

Otomotif | Rabu, 26 Juni 2019 | 14:20 WIB

Shell Tidak Keberatan Aturan Pelumas Wajib SNI

Shell Tidak Keberatan Aturan Pelumas Wajib SNI

Otomotif | Rabu, 19 Juni 2019 | 15:05 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×