Perhatian: Ganti Oli Mobil Jangan Cuma Pakai Acuan Kilometer

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 07 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Perhatian: Ganti Oli Mobil Jangan Cuma Pakai Acuan Kilometer
Pelumas adalah "darah" bagi dapur pacu atau mesin [Shutterstock]

Suara.com - Mengganti pelumas atau oli mesin menjadi salah satu aspek penting dalam merawat kendaraan. Rutin mengganti oli sesuai anjuran dinilai sebagai langkah preventif dalam mencegah mobil bermasalah saat sedang digunakan.

Pada pergantian oli, umumnya pemilik disarankan mengganti berdasarkan masa pakai ataupun jarak tempuh dalam satuan km (kilometer). Namun Founder Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif Indonesia (FK3O), M Wahab menganjurkan, penggantian oli mesin sebaiknya tidak hanya mengacu pada km. Di mana interval penggantian oli di dalam buku petunjuk dari pabrikan sudah merujuk ke faktor safety.

Castrol GTX Ultraclean yang ditujukn khusus bagi kendaraan LCGC [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Castrol GTX Ultraclean yang ditujukn khusus bagi kendaraan LCGC [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

"Mobil dengan pemakaian 5 ribu km dalam sebulan, tentu akan berbeda rekomendasi penggantian dengan mobil yang hanya dipakai 20 km. Ini berbeda karena artinya mobil tidak dipakai terus-menerus," ujar M Wahab, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Selain itu, tambah M Wahab, suhu udara juga mempengaruhi interval waktu penggantian oli. Semisal mobil yang dipakai dalam kondisi suhu 40 derajat Celsius, dan suhu dingin 20 derajat Celsius tentu akan beda.

Bahkan keadaan jalanan berdebu, akan beda dengan pemakaian di jalan aspal mulus.

Sehingga rekomendasi penggantian 5 ribu km bila mobil dipakai terus-menerus maka angkanya mesti diturunkan lagi saat melakukan penggantian.

"Dan yang bagus untuk kegiatan mengganti oli, selain jarak juga hours atau jam. Contohnya kalau mobil stop and go, mobil sering berhenti, artinya mesin akan lebih sering bekerja. Bila mengganti semisal 5 ribu km maka kita turunkan angka patokannya. Di bawah 5 ribu," saran M Wahab.

Namun, lanjutnya, bila jalan lancar terus, ganti oli sesuai dengan patokan standar atau tidak perlu dilebihkan. Hal ini tidak masalah.

"Saya sendiri mengacunya, pokoknya setiap enam bulan meski belum mencapai (km) oli harus ganti. Jadi mana yang lebih dulu, antara bulan atau jarak," tutup M Wahab.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Sertifikasi Oli SNI, Ini Tanggapan Daihatsu

Ditanya Sertifikasi Oli SNI, Ini Tanggapan Daihatsu

Otomotif | Jum'at, 19 Juli 2019 | 19:30 WIB

Shell Tidak Keberatan Aturan Pelumas Wajib SNI

Shell Tidak Keberatan Aturan Pelumas Wajib SNI

Otomotif | Rabu, 19 Juni 2019 | 15:05 WIB

Ganti Oli Mesin Menjelang Mudik, Apakah Diperlukan?

Ganti Oli Mesin Menjelang Mudik, Apakah Diperlukan?

Otomotif | Rabu, 15 Mei 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!

Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:50 WIB

1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Chelsea Vs AC Milan di GBK, Libatkan Tim Jibom hingga K-9

1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Chelsea Vs AC Milan di GBK, Libatkan Tim Jibom hingga K-9

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:49 WIB

OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?

OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:45 WIB

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:45 WIB

TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was

TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:41 WIB

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk

Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:33 WIB

×