Tak Disangka, Hasil Uji Helm Belum Bisa Raih Bintang Lima

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:00 WIB
Tak Disangka, Hasil Uji Helm Belum Bisa Raih Bintang Lima
Jajaran helm yang dijadikan di Jalan Matraman, Jakarta [Suara.com/Muhaimin A Untung].

Suara.com - Organisasi keselamatan Prancis, Certimoov bersama University of Strasbourg belum lama ini merancang sebuah tes untuk menguji kualitas helm saat menghadapi benturan dalam kondisi sesungguhnya. Adapun subjeknya adalah helm yang beredar di pasaran.

Selain melakukan tes di bagian depan, belakang, dan samping helm, Certimoov juga menguji helm dengan cara menjatuhkannya ke permukaan keras bersudut kemiringan mencapai 45 derajat. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan helm dalam menghadapi benturan serta saat berputar akibat terjadi kecelakaan.

Ilustrasi kepala manusia (Shutterstock).
Ilustrasi kepala manusia [Shutterstock].

Dilansir dari RideApart, dalam melakukan pengujian, kepala yang digunakan bukanlah kepala boneka atau manekin yang biasa dipakai dalam melakukan uji tabrak. Akan tetapi model khusus yang didesain sesuai bentuk kepala manusia sesungguhnya.

Dengan demikian, kepala buatan ini dirancang sangat detail, terdiri dari model kulit, tengkorak, otak, dan cairan cerebrospinal yang menggantung di organ-organ kepala.

Setelah melakukan enam metode tes yang berbeda, Certimoov memberikan peringkat keamanan dari satu hingga lima bintang.

Hasilnya, dari 22 model helm sepeda motor yang telah diuji, nilai yang diperoleh hanya peringkat bintang satu sampai tiga.

Namun perlu diketahui bahwa semua helm yang mendapat pengujian sudah melewati standar keamanan pabrik. Selain itu, pabrikan juga tidak merancang helm untuk memenuhi standar Certimoov.

Melalui hasil pengujian yang dilakukan, organisasi keselamatan ini berharap ada perubahan terhadap standar pengujian helm.
Menguji helm disebut hanya salah satu dari tiga tujuan organisasi periset ini.

Tujuan kedua adalah membantu produsen helm merancang helm baru yang melindungi pemakainya. Dan ketiga adalah mengubah standar helm semula agar unsur keselamatan makin diprioritaskan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Pilih Helm Harian? Ini Tipsnya

Ingin Pilih Helm Harian? Ini Tipsnya

Otomotif | Kamis, 17 Oktober 2019 | 14:00 WIB

Beli Helm Online, Begini Bedakan Barang Asli atau Palsu

Beli Helm Online, Begini Bedakan Barang Asli atau Palsu

Otomotif | Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:00 WIB

Ironi, Jaket dan Tingkah Lelaki Ini Nggak Nyambung

Ironi, Jaket dan Tingkah Lelaki Ini Nggak Nyambung

Tekno | Senin, 14 Oktober 2019 | 12:10 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×