Soal KBL, Mitsubishi Belum Lihat Peluang dengan Harga Terjangkau

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:00 WIB
Soal KBL, Mitsubishi Belum Lihat Peluang dengan Harga Terjangkau
Mitsubishi Outlander PHEV muncul dalam konvoi "Jakarta Langit Biru" (27/10/2019) [Dok PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia].

Suara.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah meluncurkan mobil ramah lingkungan atau Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) melalui produk Outlander PHEV.  Namun sayangnya, dengan banderol Rp 1,2 miliar, produk ini dinilai masih terlalu mahal.

Lalu bagaimana rencana produsen berlogo tiga berlian ini untuk menghadirkan KBL dengan harga terjangkau?

Michimasa Kono, Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI menyatakan bahwa rencana untuk menghadirkan produk KBL dengan harga terjangkau belum masuk dalam agenda mereka untuk sekarang.

Mitsubishi Outlander PHEV yang baru saja meluncur di Jakarta [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Mitsubishi Outlander PHEV yang baru saja meluncur di Jakarta [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

"Saat ini kami belum merencanakan hal itu. Kami masih fokus Outlander PHEV, kemudian baru pertimbangkan produk selanjutnya," ujar Michimasa Kono, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan, untuk sekarang pihaknya harus lihat situasinya. Setelah meluncurkan Outlander PHEV beberapa bulan lalu, mereka baru mulai mengirimnya kepada konsumen pada November 2019.

"Jadi berdasarkan aturan pemerintah, kami harus mempelajarinya untuk mempertimbangkan model berharga terjangkau itu," imbuh Kono-san.

Sebelumnya Naoya Nakamura, Presiden Direktur MMKSI mengaku sudah melakukan diskusi terkait desain, termasuk menentukan powertrain seperti apa yang bisa menjadi tren ke masa depan.

"Kami sudah melakukan diskusi bersama, untuk mendesain atau menentukan jenis mesin apa yang menjadi tren ke depan, untuk dikembangkan di setiap negara, termasuk Indonesia," jelas Nakamura-san.

Sementara itu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pabrikan roda empat atau mobil untuk menghadirkan mobil bertenaga listrik dengan harga yang lebih terjangkau. Bahkan, dengan konsep mild hybrid, diharapkan mobil emisi rendah ini bisa memiliki label harga di rentang Rp 200 juga hingga Rp 250 juta.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah, PLN Resmikan Serentak Empat Stasiun Pengisian Baterai KBL

Sah, PLN Resmikan Serentak Empat Stasiun Pengisian Baterai KBL

Otomotif | Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:00 WIB

5 Seleb Peduli Lingkungan Hidup dan KBL, Nomor 2 Paling Cantik

5 Seleb Peduli Lingkungan Hidup dan KBL, Nomor 2 Paling Cantik

Otomotif | Selasa, 29 Oktober 2019 | 07:00 WIB

Wah, Skema PPnBM Dinilai Belum Untungkan Kendaraan Hybrid

Wah, Skema PPnBM Dinilai Belum Untungkan Kendaraan Hybrid

Otomotif | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:28 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:25 WIB

×