Array

KBL Makin Populer, Kota Besar Eropa Manakah Siap Bebas Mobil 2020?

Senin, 18 November 2019 | 08:05 WIB
KBL Makin Populer, Kota Besar Eropa Manakah Siap Bebas Mobil 2020?
Keindahan kota Amsterdam dengan bangunan tua dan kanalnya, serta sepeda yang ikonik [Shutterstock].

Suara.com - Upaya mengatasi dampak emisi terus dilaksanakan di berbagai penjuru dunia. Sebuah lingkungan dengan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL dirasakan bakal membantu. Demikian pula pembatasan dapur pacu konvensional.

Dikutip dari Reuters via Thomson Reuters Foundation, disebutkan bahwa tahun depan bakal sudah ada negara Eropa yang kota besarnya melakukan pembatasan atas wara-wirinya mobil yang tidak peduli lingkungan. Atau dengan kata lain, mobil pribadi akan dilarang masuk bila tidak memenuhi kriteria. Dan sebagai gantinya, sepeda dan KBL akan melaju lebih banyak.

Warga Amsterdam, Belanda, manfaatkan sepeda untuk beraktivitas. [shutterstock]
Warga Amsterdam, Belanda, manfaatkan sepeda untuk beraktivitas [Shutterstock]

Martin Mignot, dari perusahaan modal investasi Index Ventures memaparkan, "Masyarakat baru menyadari bahwa kemacetan dan polusi telah mencapai titik kritis dan tidak bisa membangun jalan lebih banyak lagi, karena ruang sangat terbatas. Mobil pribadi bukan cara yang paling efisien untuk bergerak atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Ada revolusi teknologi asli, KBL adalah mata rantai yang hilang dalam jaringan transportasi."

Kota-kota besar seperti Paris, Bogota dan Jakarta telah bereksperimen dengan hari-hari bebas mobil atau Car Free Day (CFD) dalam upaya mengurangi polusi udara dan membebaskan jalan-jalan yang biasanya didominasi lalu lintas.

Sementara itu, beberapa ibu kota Eropa, seperti Oslo (Norwegia), dan Amsterdam (Belanda) adalah kandidat untuk menjadi kota pertama kali bebas mobil pada 2020. Sementara Prancis akan mengikuti jejak ini dalam lima tahun berikutnya, papar Martin Mignot.

Lantas otoped atau skuter listrik untuk disewakan menjadi pemandangan umum di banyak pusat kota dan disebutkan bisa mengisi kesenjangan dalam transportasi umum.

Senada adalah pandangan C40 Cities, sebuah jaringan yang menangani perubahan iklim.

"Saya yakin bahwa kota besar Eropa pertama akan benar-benar bebas mobil, setidaknya di pusat kota, pada 2020. Pergi tanpa menggunakan mobil adalah norma baru untuk meremajakan ruang kota dan membebaskan kota dari tekanan kelumpuhan akibat polusi udara," tandas Lucy Mahoney, juru bicara C40 Cities.

Baca Juga: Pemerintah Korea Selatan Gelar ASEAN Food Festival Jelang KTT

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI