Kerap Kena Prank Berkedok Amal, Warganet Geram Derita Ojol Dikomersilkan

Galih Priatmojo | Cesar Uji Tawakal
Kerap Kena Prank Berkedok Amal, Warganet Geram Derita Ojol Dikomersilkan
Ilustrasi ojek online. (mobimoto.com)

Maraknya aksi tersebut membuat ojol merasa direndahkan.

Suara.com - Menjadi korban ulah iseng saat sedang bekerja serius memang bukanlah pengalaman yang menyenangkan.

Bahkan jika ulah iseng tersebut merupakan prank (lelucon) yang berkedok amal yang dilakukan oleh Youtuber, seperti cuhatan warganet satu ini.

Seorang warganet bernama Alexander Zieest mengunggah curhatannya mengenai maraknya prank yang ditujukan pada para pengendara ojek online.

Merasa dijual demi konten, ia pun mengkritik tajam atas aksi iseng berkedok amal tersebut.

"Menurut kalian acara kaya gini bagus apa gimana? Kalau menurut saya, saya benci acara seperti ini. Ini acara pembodohan." tulis warganet tersebut di grup bernama KUMI kemarin (17/11/2019).

Logo YouTube. [Shutterstock]
Logo YouTube. [Shutterstock]

Ia juga mengkritik mengenai maraknya pengendara ojol yang dikerjai sebelum akhirnya diberi hadiah oleh pelaku prank.

"Kalau mau sedekah, sedekah aja nggak usah pakai embel-embel prank." imbuhnya.

"Anda mau memindahkan ikan dari kolam kotor ke kolam bersih. Sebelum dipindah, ikan tersebut didiamkan di darat setengah jam, baru dipindah. Yakin itu tindakan baik?" pungkasnya di akhir postingan tersebut.

Senada dengan Alexander, banyak warganet yang merasa dongkol dengan maraknya prank yang kerap dilakukan oleh Youtuber. Beragam komentar negatif pun bermunculan terkait fenomena tersebut.

"Konten seakan merendahkan profesi kita bang." tulis Zen Roxyard.

"Acara tidak mendidik.. memberikan sedekah dengan cara yg tidak santun.." tulis Krisna Yuliyanto.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS