Kecelakaan Bus di Pagaralam, Kakorlantas Imbau Kepolisian dan Dishub

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 26 Desember 2019 | 14:05 WIB
Kecelakaan Bus di Pagaralam, Kakorlantas Imbau Kepolisian dan Dishub
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). Hasil evakuasi dan pencarian korban pada hari kedua tercatat total jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban selamat sebanyak 13 orang [ANTARA FOTO/HO/Basarnas Palembang/FS/aww].

Suara.com - Pada malam awal pekan (23/12/2019) menjelang Libur Nataru atau Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, Bus Sriwijaya bernomor Polisi BD 7031 AU rute Bengkulu-Palembang mengalami nahas. Kendaraan umum itu terjun ke jurang di Liku Lematang, Jalan Lintas Pagaralam-Lahat Km 9 Desa Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, pukul 23.15 WIB.

Dikutip dari kantor berita Antara, kejadian bus maut terjun ke jurang ini paling tidak meminta nyawa 35 orang penumpang. Irjen Polisi Istiono, Kakorlantas Polri memberikan kajian serta imbauan, yang bisa diterapkan dalam kegiatan mengemudi sehari-hari. Termasuk saat Libur Nataru atau Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020.

Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019) [ANTARA FOTO/HO/Basarnas Palembang/FS/aww].
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019) [ANTARA FOTO/HO/Basarnas Palembang/FS/aww].

Disebutkan lewat siaran pers pada Rabu (25/12/2019), bahwa Kakorlantas menilai soal lemahnya manajemen kontrol dari Perusahaan Otobus (PO) Sriwijaya. Yaitu mempekerjakan sopir bus tanpa SIM, mengalihkan atau menugaskan sopir ke jalur lain, kapasitas tempat duduk sesuai perizinan adalah 25 kursi, namun dipaksakan menjadi 48 kursi, serta membiarkan bus dioperasikan tidak sesuai standar keselamatan.

Sementara dari faktor kendaraan, bus maut ini sebetulnya tidak layak jalan. Diproduksi pada 1999, sudah beroperasi selama 20 tahun. Kondisinya tidak terkontrol, termasuk terjadi rem blong. Kondisi menunjukkan bahwa standar keamanan bus tidak terpenuhi atau kondisi tidak layak beroperasi.

"Ban belakang vulkanisir dan aus sehingga tidak berfungsi sebagai penahan saat dilakukan pengereman, atau menyebabkan kendaraan meluncur los," jelas Kakorlantas.

Semakin parah, adalah kondisi jalan yang dilalui, yaitu ruas berliku tanpa dilengkapi rambu-rambu dan pengaman pembatas jalan.

"Faktor lain adalah faktor manusia. (Sopir) tidak memiliki SIM sehingga menunjukkan pengemudi tidak profesional. Tidak terbiasa melewati jalur ini. Saat menghadapi masalah, menjadi gugup dan tidak mampu mengatasi situasi yang berdampak los, tidak ada pengereman atau upaya penyelamatan darurat," tandas Kakorlantas.

Dipaparkan pula bahwa Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, dengan mengkaji faktor penyebab kecelakaan menggunakan atau memberdayakan teknologi, serta peran serta para pakar dalam mendukung proses projustitia atau penyidikan.

Irjen Polisi Istiono menambahkan bahwa pihak Kepolisian telah melakukan penyidikan secara virtual maupun manual untuk membuktikan faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Juga kajian ilmiah menggunakan Traffic Accident Research Centre atau TARC sebagai langkah pencegahan, rekomendasi perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas safety maupun pembangunan dan rekayasa jalan.

baca juga

Selanjutnya, Irjen Polisi Istiono mengimbau agar jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat dalam mengecek kelayakan armada bus serta pengemudinya.

Kekinian, Basarnas Palembang bersama tim gabungan terus melaksanakan pencarian korban bus di Liku Lematang Pagaralam, Sumatera Selatan itu. Fokus pencarian berjarak sekitar 6 km dari lokasi kejadian. Dengan evakuasi melibatkan rafting untuk penyisiran sungai serta penyelaman. Seperti dijelaskan oleh Basarnas Palembang pada Kamis (26/12/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masa Berlaku SIM Habis? Bagi Pengemudi di Jakarta, Silakan ke Sini

Masa Berlaku SIM Habis? Bagi Pengemudi di Jakarta, Silakan ke Sini

Otomotif | Jum'at, 13 Desember 2019 | 08:00 WIB

Jaga Transparansi, Begini Cara Ujian Praktik SIM Sistem E-Drives

Jaga Transparansi, Begini Cara Ujian Praktik SIM Sistem E-Drives

Otomotif | Selasa, 10 Desember 2019 | 15:00 WIB

Melihat Karoseri Bus Listrik MAB, Ini Perbedaan Dengan Karoseri Lainnya

Melihat Karoseri Bus Listrik MAB, Ini Perbedaan Dengan Karoseri Lainnya

Jawa Tengah | Minggu, 03 November 2019 | 19:32 WIB

Terkini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

×