Waspada Musim Hujan, Begini Perawatan Mobil Pasca Banjir

Agung Pratnyawan | Cesar Uji Tawakal
Waspada Musim Hujan, Begini Perawatan Mobil Pasca Banjir
Ilustrasi mesin mobil terlalu panas, overheat. [Shutterstock]

Pantang asal gas, efeknya bisa bikin kantong jebol.

Suara.com - Di musim penghujan, beberapa daerah di tanah air sempat dilanda bencana banjir.

Akibatnya, beberapa mobil pun harus terpaksa menjalani 'rawat inap' di bengkel.

Tak boleh sembarangan tancap gas, ada beberapa bagian mobil yang harus dicek terlebih dahulu.

Menurut Dana Zulfikar, seorang service advisor dari sebuah bengkel mobil resmi, berujar bahwa komponen yang paling rawan rusak pasca tergenang banjir adalah kelistrikan.

"Untuk mencegah kerusakan lebih parah, mobil tak boleh dinyalakan. lalu komponen kelistrikan harus 'dievakuasi' terlebih dahulu." ujarnya pada Suara.com hari ini (23/1/2020).

"Selain rawan konslet, ada yang biasa disebut dengan istilah 'arus parasit', yang mana jika tak ditangani maka aki mobil rawan tekor." imbuhnya.

Ilustrasi mengisi oli mesin mobil (Shutterstock).
Ilustrasi mengisi oli mesin mobil (Shutterstock).

Selain itu, komponen kelistrikan penting untuk ditangani lantaran jika rusak karena salah penanganan, efeknya bisa membuat kantong jebol.

"Semakin mahal mobil, harga perangkat kelistrikan, semisal ECU, bisa makin mahal." tutur Dana.

Lalu, mobil yang sempat tergenang banjir perlu di periksa secara keseluruhan untuk menghindari ngadat mendadak.

"Biasanya mobil juga dicek tiap bagian, bahkan termasuk interior. Bensin dan oli dikuras, lalu komponen-komponen diperiksa masih layak atau tidak." pungkas pria yang sudah berpengalaman sebagai service advisor selama 7 tahun tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS