Baterai Solid-State Masih Butuh Waktu Panjang untuk Masuk Pasar Kendaraan Listrik

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Senin, 16 Maret 2026 | 18:50 WIB
Baterai Solid-State Masih Butuh Waktu Panjang untuk Masuk Pasar Kendaraan Listrik
Ilustrasi isi ulang baterai mobil listrik. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Pabrikan otomotif sedang mengembangkan baterai solid state yang menjanjikan keamanan dan pengisian daya lebih cepat.
  • Akademisi Ouyang Minggao menyarankan publik tidak menunda pembelian mobil listrik karena teknologi solid state belum siap massal.
  • China menguasai 44 persen paten baterai solid state global, namun tantangan teknis standarisasi masih sangat besar.

Suara.com - Sejumlah pabrikan otomotif dunia kini tengah berkompetisi mengembangkan baterai berjenis solid state untuk kendaraan listrik. Teknologi ini diklaim membawa revolusi besar karena lebih aman, tidak mudah terbakar, memiliki waktu pengisian daya sangat singkat, serta jarak tempuh yang jauh lebih panjang dibanding baterai cair saat ini.

Namun akademisi dari Chinese Academy of Sciences, Ouyang Minggao, memberikan pandangan yang berbeda bagi para calon pembeli mobil listrik. Menurutnya, pengembangan baterai solid state masih memerlukan waktu panjang sebelum benar-benar siap dipasarkan secara massal.

Ia menilai teknologi tersebut belum sepenuhnya matang untuk langsung digunakan oleh publik dalam waktu dekat.

“Beberapa kendaraan akan mulai menguji baterai solid-state pada akhir tahun ini hingga tahun depan. Meski sudah ada pemasaran terkait produk baterai solid-state, sebenarnya teknologi ini belum benar-benar dijual. Demi alasan kehati-hatian, sebaiknya tidak dipasarkan dalam dua tahun ke depan,” ujar Ouyang Minggao, Senin (16/3/2026).

Bagi konsumen yang berencana beralih ke kendaraan ramah lingkungan, Ouyang menyarankan agar tidak menunda pembelian hanya demi menunggu baterai jenis baru ini. Ia menegaskan bahwa kualitas mobil listrik yang beredar di pasaran saat ini sudah sangat baik dan layak untuk dimiliki tanpa harus menunggu dua tahun atau lebih.

“Banyak orang menunggu baterai solid-state tetapi sebenarnya tidak perlu menunggu. Kendaraan listrik saat ini sudah sangat baik,” katanya.

Walaupun demikian, progres pengembangan teknologi ini di China memang melesat tajam. Pada 2025, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan menguasai sekitar 44 persen paten baterai solid state baru di tingkat global. Selain itu, biaya produksi material pendukung seperti elektrolit sulfida juga dilaporkan turun drastis sehingga membuka peluang efisiensi di masa depan.

Meski kemajuan terlihat signifikan, Ouyang menekankan bahwa hambatan teknis yang dihadapi masih sangat besar. Teknologi ini menuntut standarisasi yang sangat tinggi dari berbagai sisi produksi.

“Baterai solid state adalah teknologi revolusioner dengan hambatan masuk yang tinggi dan memiliki tantangan teknis yang lebih besar. Pengembangannya membutuhkan solusi menyeluruh, mulai dari material utama, antarmuka, elektroda, hingga sel baterai,” jelasnya.

Karena berbagai tantangan tersebut, ia kembali mengingatkan bahwa transisi menuju penggunaan baterai solid state harus dilakukan secara bertahap dan melalui pengujian yang sangat ketat demi menjamin keamanan pengguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:36 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:50 WIB

Tancap Gas di Asia Tenggara, Changan Ambil Alih Operasional Bisnis di Filipina

Tancap Gas di Asia Tenggara, Changan Ambil Alih Operasional Bisnis di Filipina

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 09:39 WIB

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 14:30 WIB

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 11:01 WIB

Mobil Listrik Suzuki Penantang BYD Atto 1 Siap Meluncur, Harga dan Spesifikasi Bisa Diadu

Mobil Listrik Suzuki Penantang BYD Atto 1 Siap Meluncur, Harga dan Spesifikasi Bisa Diadu

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

×