Suara.com - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Dokter Tirta (terkadang disingkat dr Tirta) baru-baru ini mengalami kejadian tidak enak, seram sekaligus bikin kesal. Mobil BMW seri 5 miliknya berhasil dibobol pelaku kejahatan dengan cara memecahkan kaca samping, bagian penumpang.
Mengapa mobil racikan Jerman yang dikenal memiliki sistem keamanan keren itu bisa dibobol begitu saja secara mudah?
Budi Kurniawan, Aftersales Manager BMW Astra mengatakan, bila dibilang mudah sebenarnya sangat tidak mudah. Hanya, pelau kriminal memiliki banyak cara.

"Ya, untuk kaca (BMW seri 5), standar ketebalan hampir sama, yaitu 4 mm. Kecuali untuk high security car bisa tiga kali lipat beda ketebalannya. Terlebih lagi ada lapisan kaca film yang akan menghalangi untuk membuat lubang pecahan yang besar," ujar Budi Kurniawan kepada Suara.com, Selasa (5 Mei 2020).
Terkait sistem alarm, ia menegaskan harus dipastikan terlebih dahulu apakah unit seri 5 ini memiliki alarm. Karena alarm sendiri adalah masuk dalam opsi pilihan. Jadi apakah fitur opsional ini sudah ada, atau telah menjadi bagian bawaan yang sudah terpasang di kendaraan dr Tirta tadi.
Lebih lanjut, dijelaskan Budi Kurniawan, cara mudah mengetahui kendaraan adalah alarm sistem untuk E60 dengan cara mengecek kotak di bagian tengah plafon yang menyatu di bagian itu.
"Apabila tidak ada, berarti tidak terinstal option alarm. Karena kalau ada alarm pasti akan berbunyi, karena sistemnya mendeteksi adanya gerakan benda di dalam kabin mobil. Dan alarm BMW itu highly sensitive," ungkap Budi Kurniawan.
Terakhir dikatakan Budi Kurniawan, kalau memang option alarmn ada dan tidak berbunyi, bisa jadi ada masalah pada sistem alarm.
"Kalau tidak ada option alarm, ya tidak akan ada bunyi. Ini harus diyakinkan. Make sure bahwa kendaraannya memiliki option alarm atau tidak," tutupnya.
Sebagai catatan, saat kejadian dr Tirta lewat akun twitternya, @tirta_hudi juga menyebutkan, "Bro ini mobil BMW serie 5. Lu tau kacanya setebel apa. Dan alarm ga bunyi. Jadi ini maling sangat ahli. Ga kaleng-kaleng. Padahal mobil gue tempel sticker relawan BNPB, id card lengkap, emang pure nekat karena ada kesempatan. Ceroboh gue emang."
Pelajaran bagi pengguna mobil apapun, berhati-hatilah memarkir dan memaksimalkan sistem keamanan mobil.